Dark/Light Mode

Ekonom Apresiasi Peran Vital Buruh, Ajak Aksi Damai Dalam May Day

Kamis, 30 April 2026 20:58 WIB
Ekonom Surya Vandiantara. Dok. Pribadi
Ekonom Surya Vandiantara. Dok. Pribadi

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Surya Vandiantara mengapresiasi peran vital buruh dalam menggerakkan perekonomian nasional. Menjelang peringatan May Day 2026, ia mengajak pekerja menyampaikan aspirasi secara damai tanpa mengganggu iklim usaha.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu itu menilai, buruh merupakan tulang punggung aktivitas produksi di Indonesia. Tanpa peran buruh, pertumbuhan ekonomi sulit tercapai.

Buruh merupakan tonggak utama dalam membangun perekonomian Indonesia. Tanpa kontribusi buruh, aktivitas produksi tidak akan berjalan,” kata Surya.

Baca juga : Korlantas Polri Siapkan Pengawalan Buruh ke Jakarta saat May Day 2026

Ia menjelaskan, perjuangan buruh selama ini telah melahirkan berbagai kebijakan penting. Mulai dari Upah Minimum Regional (UMR), Tunjangan Hari Raya (THR), hingga program jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Surya, kebijakan tersebut memberi dampak luas bagi masyarakat. Salah satunya terlihat dari peningkatan daya beli buruh yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

“Setiap kenaikan UMR akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karena pendapatan buruh terserap melalui konsumsi domestik,” ujarnya.

Baca juga : Menteri Jumhur Akan Pimpin Demo Buruh, Prabowo Desain Kaos Untuk Aksi May Day

Ia menambahkan, sebagian besar pendapatan buruh dibelanjakan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini membuat roda perekonomian terus berputar di tingkat bawah.

“Kaum buruh terbukti membelanjakan pendapatannya pada pelaku UMKM. Ini yang membuat ekonomi tetap bergerak,” jelasnya.

Melihat peran tersebut, Surya mengingatkan agar aksi peringatan Hari Buruh dilakukan secara tertib. Ia menilai aksi anarkis justru dapat merugikan dunia usaha dan berdampak pada stabilitas ekonomi.

Baca juga : Cek Endra Apresiasi Temuan Cadangan Gas Baru PetroChina Jambi

“Pengusaha harus memperhatikan kesejahteraan buruh. Namun buruh juga jangan melakukan aksi yang merusak iklim bisnis,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan perjuangan buruh tidak diukur dari aksi mogok kerja atau demonstrasi yang berujung kerusuhan. Ukuran utamanya adalah peningkatan kesejahteraan.

“Perjuangan buruh harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan, bukan aksi yang merugikan semua pihak,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.