BREAKING NEWS
 

Tokoh Adat Mama Sinta Kini Dukung Food Estate Papua Selatan

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 24 Mei 2026 09:44 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, mengaku kecewa terhadap pihak-pihak yang mengajaknya menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di Papua Selatan.

Ia juga merasa dijerumuskan ke dalam narasi negatif terhadap pemerintah melalui film "Pesta Babi".

“Saya sekarang sudah tidak bergabung lagi dengan LBH mereka. Saya sudah ambil keputusan sendiri. Saya mau cari pekerjaan di perusahaan karena rumah saya ingin direhab, sudah tidak layak lagi,” kata Mama Sinta, Minggu (24/5/2026).

Mama Sinta mengatakan, ketiga anaknya juga membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi mama harap ke depan bisa dibantu. Saya sekarang tetap di pihak perusahaan, tidak seperti dulu lagi karena dulu saya dimanfaatkan, diajak oleh orang-orang LBH,” ujarnya.

Baca juga : The 2026 Asia Grassroots Forum, Amartha Dukung Permodalan Bagi UMKM Perempuan

Ia menceritakan, awalnya bersama kelompok masyarakat adat Marind diajak seorang pria bernama Aris untuk menyuarakan penolakan terhadap pembukaan lahan di Papua.

Namun, pernyataannya kemudian viral di media sosial dan dijadikan film berjudul "Pesta Babi".

“Saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka buat film Pesta Babi tanpa izin dan tanpa sepengetahuan saya. Itu yang membuat saya sangat kecewa dengan mereka,” tutur Mama Sinta, yang wajahnya juga terpampang di poster film tersebut.

Mama Sinta mengaku sudah tidak lagi berkomunikasi dengan pihak LBH Papua Pusaka setelah peristiwa itu.

Adsense

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah atas berbagai pernyataannya yang selama ini dinilai menyerang pembangunan PSN di Papua.

Baca juga : Kapolda Lampung Perintahkan Polisi Tembak di Tempat Pelaku Pembegalan

“Saya minta maaf karena itu bukan kemauan saya, tetapi karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya seperti apa, apakah mereka bantu rumah saya atau anak saya mendapat pekerjaan, ternyata tidak ada,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mama Sinta juga menunjukkan kondisi dapurnya yang memprihatinkan. Kompor yang digunakan untuk memasak disebut sudah tidak layak pakai.

“Sumbunya sudah habis. Kalau dibakar memang menyala, tetapi apinya tidak bisa naik, jadi terpaksa saya pakai kayu bakar,” katanya.

Menurut pengakuannya, selama sekitar enam bulan ia bolak-balik Papua, Jakarta, hingga Makassar bersama LBH. Namun, ia merasa tidak mendapatkan manfaat apa pun.

Mama Sinta mengaku akhirnya menyadari dirinya dimanfaatkan, sementara kehidupan yang lebih layak tidak kunjung didapatkan.

Baca juga : Kaesang Kunjungi Kantor Baru PSI Papua Pegunungan

Karena itu, ia kini memilih mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan PSN di Papua Selatan.

“Pemerintah bisa membantu kami lewat perusahaan yang ada. Kami mendukung karena kami tidak punya apa-apa di kampung ini. Harapan kami hanya kepada pemerintah melalui kerja sama dengan perusahaan dan masyarakat, supaya kami juga bisa menikmati hasil pembangunan,” tutur Mama Sinta.

Sangkal Pengakuan Mama Sinta

Menanggapi pernyataan tersebut, Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian atau yang akrab disapa Juple, membantah bahwa Mama Sinta mendukung PSN.

Menurut Juple, hingga saat ini pihaknya tidak pernah mendengar pernyataan Mama Sinta yang menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut.

“Tidak ada. Itu perlu diklarifikasi, informasi itu dari mana. Karena Mama Yasinta bersama kami, bersama LBH Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan organisasi lainnya berkomitmen untuk terus menolak PSN di Papua Selatan,” kata Juple, Sabtu (23/5/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense