BREAKING NEWS
 

Kukuhkan Gebu Minang Jabar, OSO Akui Orang Minang Mudah Beradaptasi

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 30 Mei 2026 22:34 WIB
Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang), Osman Sapta Odang (OSO) mengukuhkan jajaran pengurus Gebu Minang Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031 di Balai Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026). Foto: Gebu Minang

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang), Oesman Sapta Odang (OSO) mengukuhkan jajaran pengurus Gebu Minang Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031 di Balai Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026).

OSO mengaku masyarakat Minang mampu hidup berdampingan dengan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

“Kita orang Sumatera Barat hidup di Jawa Barat dan diterima dengan baik. Orang Minang di mana pun berada bisa beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun persahabatan,” kata OSO, dalam pidatonya.

Menurut OSO, keberadaan rumah makan Padang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mencerminkan kemampuan masyarakat Minang dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. "Saya bangga menjadi orang Minang," tegas OSO.

Ketua Umum Partai Hanura itu lantas mengungkap alasan dirinya menganggap sebagai orang Minang. OSO bilang, dirinya terlahir dari ibu berdarah Minangkabau.

"Kenapa saya menganggap orang Padang, karena ibu saya orang Padang. Jadi, jangan main-main dengan ibu," pintanya.

Baca juga : Jaga Ketahanan Pangan, PKS Aceh Dorong Qanun Lahan Pertanian

Dia berpesan kepada keluarga besar Gebu Minang agar menghormati dan menyayangi ibu. "Ibu adalah sosok yang harus dihormati. Jangan sekali-kali durhaka kepada ibu. Itu pesan penting bagi keluarga besar Gebu Minang,” tekan OSO.

OSO turut berbagi kisah kehidupannya yang dibesarkan sang ibu, setelah ayahnya meninggal. "Saya umur 8 tahun, bapak saya meninggal. Saya dibesarkan oleh ibu saya. Alhamdulillah, saya bisa berdiri bersama-sama keluarga besar Minang Di Sumatera Barat dan Jawa Barat," ungkapnya.

OSO memperkirakan jumlah masyarakat Minang yang bermukim di Jawa Barat mencapai 2 juta orang. Kontribusi mereka signifikan. Bukan hanya soal kedaerahan, tapi pembangunan ekonomi di Jabar.

"Organisasi ini besar, bukan hanya untuk orang Minang di Jawa Barat, tetapi juga untuk masyarakat Jawa Barat," cetus OSO. 

Adsense

OSO menilai hubungan masyarakat Minang dengan warga Jawa Barat terjalin harmonis. Keduanya menjalin komunikasi secara intens sehingga dapat bersahabat.

"Kita tidak pernah diganggu sama orang Jawa Barat, paling enak," sebutnya.

Baca juga : Puluhan Ribu KTP Hilang Setiap Hari, Setahun Capai 3 Juta

Menurut eks Wakil Ketua MPR itu, banyak perantau Minang di Jawa Barat yang mulai fasih berbahasa Sunda. Sebaliknya, warga Jawa Barat yang tinggal di Sumatera Barat juga menguasai bahasa Minang.

"Bapak saya asal Palopo, bukan orang Minang, tapi bapak saya kalah sama ibu saya. Karena di Minang itu, kedudukan ibu lebih tinggi dari bapak," akunya.

OSO menjelaskan dalam budaya Minangkabau, posisi ibu memiliki tempat yang sangat dihormati. Karena itu, dirinya merasa dekat dengan identitas budaya Minang, meski lahir di Kalimantan Barat dan memiliki darah Sulawesi Selatan dari pihak ayah.

"Kalau ke Palopo saya mengaku orang Palopo, kalau ke Minang saya mengaku orang Minang. Tapi kalau bicara Indonesia, saya bilang orang Minang," terangnya.

Dia juga menyoroti keberagaman identitas yang dimilikinya sebagai gambaran semangat kebhinekaan Indonesia. OSO menyebut dirinya memiliki latar belakang keluarga dari berbagai daerah. Mulai dari Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, hingga Kalimantan Barat.

"Saya orang Kalimantan, pemimpin organisasi Minang, dan juga memimpin Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan. Inilah Indonesia," bangga OSO.

Baca juga : Sultan Kemnaker Akui Raup Rp 58 M dari Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

"Bapak, ibu sekalian, saya titip Jawa Barat karena Jawa Barat adalah sumber inspirasi, Jawa Barat adalah sumber teknologi dan Jawa Barat sumber sosial, budaya, politik, ekonomi dan segalanya. Jadi, kita perlu belajar dari wilayah ini," seru OSO.

Di kesempatan sama, Ketua DPD Gebu Minang Jawa Barat, Mulya meminta arahan dan dukungan dari seluruh unsur organisasi untuk mengawal kepengurusan yang baru dilantik. Mulya berharap kepengurusan Gebu Minang Jawa Barat dapat memperbaiki berbagai program yang belum terlaksana pada periode sebelumnya.

"Kami mohon masukan dan pengawasan agar kepengurusan yang baru ini bisa menjalankan amanah dengan baik dan memperbaiki hal-hal yang belum terlaksana," pungkas Mulya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense