Dark/Light Mode

Banyak Yang Belum Paham Kondisi Ibu Kota

Pendatang Baru Didata Dan Dibantu Beradaptasi

Kamis, 2 April 2026 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tidak melakukan operasi yustisi terhadap pendatang baru pasca Lebaran. Mesti begitu, Pemprov tetap melakukan pendataan untuk memetakan kondisi kependudukan sekaligus membantu para pendatang beradaptasi dengan kehidupan Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku, dirinya telah menerima laporan adanya pendatang yang belum memahami kondisi Jakarta saat tiba. Karena itu, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap pendatang baru. 

Pendataan ini menjadi langkah awal untuk memetakan kondisi para pendatang, sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan di Jakarta. 

Baca juga : Italia Terkutuk

“Rata-rata, mereka menaruh harapan bisa mencari kerja di Jakarta,” kata Pram di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026). 

Meski melakukan pendataan, Pram menegaskan, Pemprov DKI bersama DPRD sepakat tidak akan menggelar operasi yustisi. Kebijakan ini menandakan pendekatan yang lebih humanis terhadap mobilitas penduduk. 

Namun, dia mengingatkan, setiap pendatang harus memiliki kapasitas dan kemampuan yang memadai. “Kami meminta siapa pun yang datang ke Jakarta, untuk bekerja harus punya kapasitas dan kapabilitas,” ucapnya. 

Baca juga : Alonso Digaet Honda, Holgado Pilih Ducati

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat, tren pendatang pasca-Lebaran, dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan. 

Pada 2024, jumlah pendatang tercatat 16.207 orang, atau turun 37,47 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Pada 2025 kembali turun menjadi 16.049 orang atau berkurang 0,97 persen. 

Baca juga : Kapal Siluman Rusia Pikat Warga Jakarta

Penurunan ini dinilai mencerminkan pola mobilitas yang semakin rasional. Masyarakat kini lebih mempertimbangkan pekerjaan, tempat tinggal, serta kesiapan ekonomi sebelum datang ke Jakarta. 

Selain itu, berkembangnya kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) atau Megapolitan, turut mempengaruhi pilihan bermukim, sehingga terjadi penyebaran pendatang. 

Kepala Dinas Dukcapil DKI Denny Wahyu Haryanto mengatakan, pendataan pendatang, bukan sekadar administrasi, melainkan bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.