Dark/Light Mode

Etikanet Imbau Mahasiswa Tak Anarkis: Aksi Di Bulan Ramadan Harus Bermartabat

Rabu, 25 Februari 2026 11:45 WIB
Direktur Etikanet Wahyu Irawan. Foto: Dok Etikanet
Direktur Etikanet Wahyu Irawan. Foto: Dok Etikanet

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Etikanet Wahyu Irawan mengimbau mahasiswa menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, terutama di bulan suci Ramadan. Dia menegaskan, tindakan anarkis justru mencederai nilai demokrasi dan merusak citra gerakan mahasiswa.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu menyikapi insiden penyerangan oleh sekelompok massa pemuda dan mahasiswa terhadap Kantor Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (24/2/2026) malam.

"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran agar penyampaian pendapat tidak keluar dari koridor hukum," kata Wahyu dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (25/2/2025).

Sebagai mantan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Islam Djakarta (UID), Wahyu prihatin aksi anarkis terjadi di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum pengendalian diri.

Baca juga : Paket Internet XL Prioritas Tawarkan Koneksi Stabil dan Kuota Besar

Ditegaskan, mahasiswa memiliki hak konstitusional menyampaikan aspirasi. Tapi kekerasan dan perusakan fasilitas publik jelas bertentangan dengan hukum dan prinsip demokrasi.

Menurutnya, dari sisi hukum, tindakan kekerasan bisa dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan bersama-sama, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, serta Pasal 212–214 KUHP terkait perlawanan terhadap aparat yang menjalankan tugas.

Selain itu, UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum melarang aksi yang berujung perusakan dan kekerasan.

"Mahasiswa penting menaati aturan tersebut demi kelancaran demokrasi," imbaunya.

Baca juga : Sembako Di Awal Ramadan, Harga Naik, Tapi Relatif Stabil

Wahyu juga menekankan nilai-nilai keislaman di bulan suci Ramadan, termasuk sabar dan akhlak mulia.

"Jika kita merujuk ayat Quran Surat Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa bertujuan menumbuhkan ketakwaan. Hadis juga menyebut, seorang muslim adalah yang selamat dari lisan dan tangannya," jelasnya.

Wahyu juga mengingatkan kelompok mahasiswa waspada terhadap ajakan aksi di berbagai platform media sosial menjelang demonstrasi di Jakarta 27–28 Februari 2026. Menurut informasi melibatkan konsolidasi sejumlah mahasiswa kampus di Jakarta.

"Informasi medsos bisa jadi alarm bagi aparat keamanan, ada beberapa kelompok diketahui mulai merapatkan barisan sejak Senin (23/2/2026) malam. Kita belajar dari kejadian aksi rusuh dan penyerangan Polda DIY, jangan sampai peristiwa perusakan merugikan masyarakat," imbaunya.

Baca juga : Pemimpin Dunia Serukan Persatuan Dan Perdamaian

Wahyu kembali berpesan, aparat keamanan menyiapkan mitigasi aksi anarkis. Dan tentu, mahasiswa menjunjung tinggi hukum serta demokrasi.

"Aspirasi harus disampaikan damai dan bermartabat, bukan melalui kekerasan," tekannya memungkasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.