BREAKING NEWS
 

Hadiri Waisak Nasional Di Borobudur, Gibran Ajak Umat Buddha Perkuat Toleransi

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 1 Juni 2026 09:44 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengajak umat Buddha di seluruh Indonesia terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat toleransi, dan menjaga persaudaraan lintas agama sebagai modal penting pembangunan bangsa.

Ajakan itu disampaikan Gibran saat menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026 di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam (31/5/2026).

Mengusung tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan" dan subtema "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia", peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum memperkuat nilai kebajikan, kebijaksanaan, dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam acara ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan melalui tayangan video. Presiden mengapresiasi penyelenggaraan Waisak Nasional yang dinilai tidak hanya menjadi momentum spiritual umat Buddha, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan.

"Semangat Waisak tahun ini dengan tema Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia, hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Prabowo.

Baca juga : Hari Raya Waisak, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako Bagi Umat Buddha

Senada dengan itu, Gibran menegaskan perayaan Waisak di Borobudur tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, melainkan simbol kuat kerukunan dan persatuan bangsa di tengah keberagaman.

"Perayaan Waisak di Borobudur malam ini tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, yang menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan," ujar Gibran.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai salah satu modal utama untuk melaksanakan pembangunan.

Adsense

Karena itu, Gibran mengajak umat Buddha terus mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi menjaga harmoni sosial.

"Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai salah satu modal kuat dalam melakukan pembangunan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama," katanya.

Baca juga : Rayakan Idul Adha Di Kampung Halaman, OSO Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas

Gibran menilai nilai-nilai luhur Buddha seperti metta atau cinta kasih, karuna atau kasih sayang, serta panna atau kebijaksanaan sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin YM Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera, penampilan paduan suara bertema Waisak, pertunjukan tari dan drone, hingga prosesi pelepasan Lentera Perdamaian.

Dalam prosesi tersebut, Gibran turut menyalakan obor dan melepas lampion sebagai simbol pencerahan, kebijaksanaan, serta kasih sayang yang menjadi nilai utama ajaran Buddha.

Pelepasan lentera ke langit juga merefleksikan harapan, semangat transformasi diri, dan tekad menyebarkan kebaikan serta kedamaian kepada sesama.

Peringatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 B.E. menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk memperdalam pemaknaan terhadap tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian Penerangan Agung, dan Maha Parinibbana.

Baca juga : Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Pemerintah Percepat PSEL Dan BBM Terbarukan

Melalui tema yang diusung, umat diajak mengaktualisasikan ajaran Dharma dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat semangat kasih sayang, toleransi, dan harmoni sebagai landasan terciptanya perdamaian dunia.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Agama Nasaruddin Umar, sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Thailand untuk ASEAN Prinat Apirat, Minister Counselor Hathaichanok Riddhagni Frumau, Anggota Komisi VIII DPR Wibowo Prasetyo, Ketua Umum WALUBI Hartati Murdaya, serta para tokoh agama Buddha.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense