Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadiri Puncak May Day Di Monas, Prabowo Beri Banyak Kado Untuk Buruh
Sabtu, 2 Mei 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan puncak Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Prabowo memberikan banyak ‘kado’ menggembirakan untuk para buruh.
Sejak pagi, ribuan buruh telah memadati kawasan Monas. Mereka mulai berdatangan sekitar pukul 06.00 WIB dan berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti rangkaian kegiatan peringatan tahunan tersebut.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan kendaraan Maung berwarna putih. Mengenakan baju safari dan topi krem, kehadiran Prabowo disambut antusias oleh massa buruh yang menyapa serta menyalami di sepanjang jalur kedatangan.
Setibanya di area panggung, Prabowo turut menyapa peserta dan berinteraksi dengan buruh. Ia juga sempat mengikuti suasana hiburan yang berlangsung saat grup musik Tipe X tampil, sebelum agenda utama dimulai.
Prabowo kemudian menyalami Ketua Panitia May Day Andi Gani Nena Wea dan sejumlah pimpinan serikat pekerja. Antara lain Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, serta Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah.
Baca juga : Wujudkan Swasembada, Impor Pangan Diperketat
Para perwakilan buruh lalu menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Prabowo. Mulai dari penyediaan fasilitas penitipan anak (daycare) di kawasan industri, pembangunan perumahan pekerja yang terintegrasi, hingga penguatan pengawasan ketenagakerjaan. Prabowo mencatat berbagai masukan tersebut dalam buku catatannya.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah kebijakan yang disebut sebagai “kado” bagi buruh. Pertama, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang ratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 terkait perlindungan awak kapal perikanan.
Kebijakan tersebut mengatur sejumlah aspek penting. Antara lain kelayakan tempat tinggal di atas kapal, ketersediaan makanan dan air minum, kewajiban perjanjian kerja tertulis, serta jaminan sosial bagi para awak kapal.
“Pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia nelayan diurus. Kurang lebih ada enam juta nelayan yang akan kita perbaiki hidupnya bersama keluarganya,” ujar Prabowo.
Kedua, Prabowo menyampaikan, telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang perlindungan pekerja transportasi daring. Dalam aturan tersebut, mitra pengemudi mendapatkan jaminan kesehatan kerja serta skema pembagian hasil minimal 92 persen dari tarif pelanggan.
Baca juga : AS Siapkan Tiga Opsi Militer, Iran Siaga Satu
Ketiga, Pemerintah menargetkan pembangunan satu juta hunian terjangkau bagi pekerja pada tahun ini. Program tersebut diharapkan dapat membantu buruh memiliki rumah sendiri sehingga tidak lagi terbebani biaya sewa yang signifikan dari penghasilan mereka.
Keempat, Prabowo menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan bersama DPR agar dapat diselesaikan pada tahun ini dan berpihak pada perlindungan pekerja.
“Saya minta RUU Ketenagakerjaan segera diselesaikan dan harus berpihak kepada kaum buruh,” kata Presiden.
Sejumlah pimpinan serikat buruh menyambut positif kebijakan tersebut. Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat mengapresiasi, perhatian Prabowo terhadap kesejahteraan pekerja serta menilai persatuan buruh menjadi kekuatan penting dalam mendorong keadilan sosial.
Ia juga menyampaikan harapan agar berbagai program pemerintah dapat segera dirasakan manfaatnya oleh para pekerja di seluruh Indonesia.
Baca juga : Jemaah Diingatkan Potensi Panas Ekstrem, Asuransi & Bus Shalawat
Presiden KSPI Said Iqbal turut mengapresiasi, pengesahan UndangUndang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Menurutnya, hal itu merupakan hasil perjuangan panjang selama lebih dari dua dekade.
“Selama 22 tahun undang-undang itu diperjuangkan dan kini telah disahkan,” ujarnya.
Said juga menilai sejumlah program Pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta program pembangunan tiga juta rumah, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan buruh dan masyarakat luas. Namun, ia berharap, pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang komprehensif dapat segera dituntaskan.
Sementara itu, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menilai, kehadiran Prabowo dalam peringatan May Day selama dua tahun berturut-turut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperjuangkan nasib buruh.
Ketua Panitia May Day Andi Gani Nena Wea juga mengapresiasi perhatian Prabowo terhadap buruh, termasuk dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan May Day tahun ini. Ia menegaskan, komitmen buruh untuk mendukung serta mengawal jalannya pemerintahan Prabowo. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya