RM.id Rakyat Merdeka - Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) Reda Manthovani.menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara Asia Tenggara dalam meningkatkan prestasi dan kesejahteraan atlet disabilitas.
Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian pertemuan ASEAN Para Sports Federation (APSF) General Assembly 2026.
Menurut Reda, forum tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarorganisasi olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat upaya peningkatan prestasi atlet penyandang disabilitas.
"Pertemuan APSF General Assembly 2026 ini sebenarnya untuk meningkatkan tali persaudaraan para atlet maupun organisasi olahraga disabilitas di Asia Tenggara agar semakin bersatu dan bersama-sama membangun prestasi atlet disabilitas," ujar Reda.
Ia menilai, Indonesia saat ini selangkah lebih maju dibandingkan sejumlah negara di kawasan dalam hal pengembangan olahraga disabilitas.
Baca juga : Hari Kebangkitan Nasional, ASDP Teguhkan Peran Penghubung Konektivitas Nasional
Salah satu faktor pendukungnya adalah keberadaan pusat pelatihan nasional khusus atlet disabilitas di Karanganyar, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, Indonesia sudah memiliki training camp khusus atlet disabilitas di Karanganyar. Di Asia, fasilitas seperti ini masih sangat terbatas dan menjadi salah satu keunggulan Indonesia dalam pembinaan atlet disabilitas," katanya.
Menjelang ASEAN Para Games yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada Oktober mendatang, Reda memastikan persiapan atlet Indonesia telah berjalan.
Meskipun pelatnas secara resmi baru dibuka beberapa waktu lalu, proses pembinaan dan persiapan telah dilakukan NPC Indonesia sejak tahun sebelumnya.
"Secara nyata NPC sudah melakukan persiapan sejak tahun lalu. Secara formal memang baru dimulai bulan lalu setelah pembentukan pelatnas oleh Kemenpora. Harapannya pada Oktober nanti kita siap meraih prestasi semaksimal mungkin," ujarnya.
Baca juga : Lewat Batik, PGN Dorong Ekonomi Inklusif untuk UMKM dan Anak Disabilitas
Selain pembinaan atlet, Kejaksaan Agung bersama NPC Indonesia juga meluncurkan program digitalisasi bertajuk Jaga Inklusi Juara.
Program ini bertujuan membangun sistem pendataan, pemantauan, dan evaluasi pembinaan atlet disabilitas secara nasional.
Reda menjelaskan, sistem tersebut memiliki tiga fungsi utama. Pertama, mendata atlet disabilitas dan calon atlet disabilitas di seluruh Indonesia berdasarkan klasifikasi dan cabang olahraga yang sesuai.
Kedua, memonitor perkembangan latihan atlet melalui laporan yang diinput langsung oleh para pelatih di daerah.
"Kami ingin seluruh perkembangan atlet dapat terpantau dengan baik. Pelatih diwajibkan menginput progres atlet sehingga NPC pusat dapat melihat perkembangan yang terjadi di daerah," jelasnya.
Baca juga : Perkuat Daya Saing, KKP Dorong Penerapan Stelina
Fungsi ketiga adalah memantau dukungan anggaran dari pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet disabilitas.
Melalui sistem tersebut, NPC pusat dan Kejaksaan dapat mengetahui sejauh mana komitmen kepala daerah dalam memberikan perhatian kepada atlet penyandang disabilitas.
"Jika ditemukan anggaran yang sangat minim atau terdapat kesenjangan yang terlalu jauh dibandingkan pembinaan atlet non-disabilitas, data tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Kami akan berkoordinasi dengan kejaksaan negeri setempat untuk mengingatkan pemerintah daerah agar memperhatikan amanat kesetaraan bagi penyandang disabilitas," tegas Reda.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam bidang olahraga.
"Jangan sampai terjadi ketimpangan yang terlalu jauh antara atlet disabilitas dan non-disabilitas. Kesetaraan harus diwujudkan melalui dukungan nyata, termasuk dalam pengalokasian anggaran pembinaan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.