Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lestari Moerdijat: Dukung Upaya Peningkatan Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa
Selasa, 10 Maret 2026 21:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berkomitmen terus mendorong peningkatan upaya deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah, dalam upaya mengatasi ancaman gangguan kesehatan jiwa terhadap generasi penerus bangsa.
"Langkah kolaborasi sejumlah pihak terkait untuk mengatasi secara menyeluruh ancaman kesehatan jiwa siswa di sekolah harus mendapat dukungan bersama," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3/2026).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin )!pada Senin (9/3/2026) menegaskan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan skrining atau deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah.
Langkah itu direalisasikan dengan membekali para guru kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental pada peserta didik.
Baca juga : Safari Ramadan Di Jatim, Kapolri Ajak Buruh Dukung Upaya Perdamaian Presiden
Menurut Lestari, pembekalan untuk meningkatkan kemampuan para guru melakukan skrining kesehatan mental siswa harus segera direalisasikan.
Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan pada awal tahun 2026, tercatat sekitar 5 persen anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.
Lebih rinci lagi, 34,9 persen remaja usia 10-17 tahun berisiko mengalami masalah mental. Namun dari jumlah tersebut, hanya 2,6 persen yang mendapatkan penanganan profesional.
Berdasarkan catatan tersebut, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, kemampuan deteksi dini kesehatan mental peserta didik juga harus dimiliki para orang tua.
Baca juga : Senayan Dukung Pembatasan Akses Digital Anak 16 Tahun
Menurut Rerie, guru yang kesehariannya berinteraksi dengan para siswa merupakan garda terdepan dalam menjaring permasalahan kesehatan mental yang dihadapi para peserta didik di sekolah.
Namun, tambah Rerie, peran para orang tua yang berinteraksi dengan putera puterinya di keluarga juga penting dalam melakukan skrining kesehatan jiwa anak-anaknya.
Anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa upaya untuk meningkatkan kemampuan para tenaga pengajar dan orang tua dalam melakukan deteksi dini kesehatan mental siswa merupakan fondasi dari upaya mengatasi ancaman gangguan jiwa generasi penerus bangsa.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Kemendikdasmen itu diikuti dengan kesiapan fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas, dalam memberikan layanan kesehatan jiwa.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Partisipasi Perempuan Dorong Investasi Strategis Masa Depan
"Jangan sampai hasil deteksi dini kesehatan jiwa siswa yang dihasilkan sekolah tidak dapat ditindaklanjuti fasilitas kesehatan terdekat," pungkas Rerie.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya