BREAKING NEWS
 

Nilai Ekspornya Melonjak 13,03 Persen

Jemaah Haji & Umrah Jadi Pasar Baru Batik

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : SAIFUL BAHRI
Selasa, 9 Juni 2026 05:31 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : Menperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekspor batik Indonesia tumbuh 13,03 persen pada 2025 menjadi 30,62 juta dolar AS atau sekitar Rp 548 miliar (Kurs Rp 17.900 per dolar AS). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperluas akses pasar produk tersebut. Termasuk melalui ekosistem haji dan umrah.

Industri batik nasional  terus menunjukkan ketahanan di  tengah dinamika pasar global. Kinerja ekspor yang meningkat sepanjang 2025 menjadi sinyal positif bahwa batik Indonesia masih memiliki daya saing kuat, sekaligus peluang pengembangan yang semakin luas di berbagai segmen pasar.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, nilai ekspor batik Indonesia pada 2025 mencapai 30,62 juta dolar AS atau sekitar Rp 548 miliar. Nilai itu meningkat 13,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 26,63 juta dolar AS atau sekitar Rp 476,7 miliar.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa batik Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar global,” kata Agus dalam keterangan resmi Kemenperin, Senin (8/6/2026).

Baca juga : Transaksi Melonjak 309 Persen, LCT Jadi Strategi BI Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Menurut Agus, Pemerintah terus memperkuat ekosistem industri batik melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan daya saing produk, serta perluasan akses pasar yang berkelanjutan.

Pemerintah juga tengah membuka akses pasar baru bagi industri batik nasional. Termasuk memanfaatkan peluang yang tersedia dalam ekosistem haji dan umrah. “Langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar bagi pelaku usaha batik. Terutama yang telah mengantongi sertifikasi Batikmark,” ujarnya.

Adsense

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), bersama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri  Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) serta Yayasan Batik Indonesia (YBI), menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan mutu produk dan perluasan akses pemasaran.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menilai, meningkatnya apresiasi generasi muda terhadap batik menjadi peluang besar bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk mengembangkan usaha.

Baca juga : Tiga Tim Dikerahkan Lacak Keberadaan Jemaah Haji Lansia Asal Jakarta Yang Hilang

“Batik kini tidak hanya dikenakan dalam acara formal atau tradisional, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari. Tren ini menjadi momentum yang sangat baik bagi IKM untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar,” jelas Reni.

Menurutnya, keberhasilan batik masuk ke ekosistem haji dan umrah sebagai bagian dari seragam, serta perlengkapan jemaah sejak 2024 menunjukkan semakin kuatnya posisi produk batik di pasar domestik.

Meski demikian, Reni mengakui industri batik masih menghadapi tantangan. Terutama maraknya produk tekstil bermotif batik yang diproduksi menggunakan teknik printing dan kerap dianggap sebagai batik oleh konsumen. Kondisi tersebut berpotensi menggeser pasar batik autentik yang diproduksi melalui proses pembatikan.

“Produk tekstil bermotif batik pada dasarnya bukan batik karena tidak dibuat menggunakan lilin batik atau malam. Batik asli hanya terdiri atas batik tulis, batik cap, atau kombinasi keduanya yang seluruh prosesnya menggunakan teknik pembatikan,” ungkapnya.

Baca juga : Timwas Haji Mulai Kerja

Untuk memperkuat daya saing perajin, Kemenperin  bersama Yayasan Batik Indonesia mendorong penerapan efisiensi  produksi melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Efisiensi Produksi IKM Batik di Tulungagung, Jawa Timur, pada 19–22 Mei 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2026 itu, diikuti 18 IKM batik. Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi sederhana guna menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas usaha. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense