BREAKING NEWS
 

Menteri Jumhur: Bambu Solusi Rehabilitasi Lingkungan & Sumber Penghasilan Warga

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Minggu, 14 Juni 2026 19:25 WIB
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh. Jumhur Hidayat dalam Sarasehan Gerakan Menanam Bambu Selamatkan Bumi, Serumpun Bambu untuk Sejuta Manfaat yang diselenggarakan Yayasan Bambu Indonesia dan Pencanangan Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026 di Cibinong, Bogor, Minggu (14/6/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh. Jumhur Hidayat menyebut penanaman bambu sebagai solusi rehabilitasi lingkungan. Selain itu, langkah ini dinilai mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat melalui skema perdagangan karbon (carbon trading).

​Hal itu disampaikan Jumhur dalam Sarasehan "Gerakan Menanam Bambu Selamatkan Bumi, Serumpun Bambu untuk Sejuta Manfaat" yang diselenggarakan Yayasan Bambu Indonesia dan Pencanangan Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026 di Cibinong, Bogor, Minggu (14/6/2026). Sarasehan tersebut diikuti unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, komunitas lingkungan, pegiat konservasi, hingga masyarakat.

​Menurut Jumhur, mekanisme perdagangan karbon dapat berjalan ketika emisi dari aktivitas industri melebihi batas yang diperbolehkan. Kelebihan tersebut nantinya wajib dikompensasi melalui penanaman vegetasi penyerap karbon, salah satunya pohon bambu.

Baca juga : Jumhur Kolaborasi dengan Aliansi Lintas Agama, Dorong Tobat Ekologis Nasional

​“Ketika ada proses industrialisasi, tentu menghasilkan emisi. Emisi itu ada batasannya. Kalau melebihi yang diperbolehkan, maka harus di-offset dengan penanaman tertentu sehingga emisi yang keluar bisa diserap kembali,” kata Jumhur.

​Ia menjelaskan, proyek penghijauan seperti penanaman bambu memiliki nilai ekonomi karena kemampuan tanaman tersebut dalam menyerap karbon dioksida (CO 2) dapat dihitung menggunakan metodologi tertentu. Setelah dihitung dan diverifikasi, pemerintah akan menerbitkan sertifikat emisi yang dapat diperdagangkan di pasar karbon.

Adsense

​Melalui skema tersebut, Jumhur optimistis masyarakat bisa mendapatkan dua sumber penghasilan sekaligus (double income).

Baca juga : Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak Pada Pasar Modal

​“Pohonnya aman, masyarakat dapat penghasilan. Jadi ada dua pemasukan, dari budidaya bambunya sendiri dan dari nilai karbon hasil pengurangan emisinya,” jelasnya.

​Selain memberi keuntungan finansial, perdagangan karbon berbasis penghijauan ini juga dinilai mampu membuka peluang lapangan kerja baru yang ramah lingkungan (green jobs) di tingkat komunitas. Pemerintah saat ini terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat agar mereka mendapat penghasilan lebih, sambil tetap menjaga kelestarian alam.

​Di sisi lain, Jumhur juga menegaskan potensi besar bambu sebagai tanaman konservasi sekaligus bagian dari kearifan lokal Indonesia. Apalagi, bambu sangat efektif untuk memulihkan kawasan lahan kritis dan daerah aliran sungai (DAS).

Baca juga : Seruan Menteri Jumhur Dilakukan Taubat Ekologis Jadi Momen Perbaikan Lingkungan

​“Kita punya sekitar 12,4 juta hektare lahan kritis. Saya ingin mencanangkan gerakan besar-besaran menanam bambu di mana-mana. Secara nasional, jumlahnya bisa jutaan, bahkan mungkin ratusan juta bambu ditanam,” ujarnya.

​Menutup arahannya, Jumhur pun menantang komunitas lingkungan dan pegiat bambu untuk mulai menyiapkan pembibitan secara masif demi menyukseskan gerakan nasional tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense