BREAKING NEWS
 

Aliansi Rakyat Untuk Prabowo Kritik Penolak MBG Dan Kopdes

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 17 Juni 2026 19:16 WIB
Koordinator Aliansi Rakyat untuk Prabowo Muhammad Natsir. (Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Koordinator Aliansi Rakyat untuk Prabowo Muhammad Natsir menilai penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang disuarakan oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan rakyat Indonesia merupakan sebuah kesesatan berpikir atau logical fallacy.

Menurut Natsir MBG dan Kopdes merupakan salah satu bentuk keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta upaya menciptakan poros ekonomi di tingkat akar rumput.

“MBG dan Kopdes merupakan salah satu program keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan SDM dan menciptakan poros ekonomi akar rumput,” kata Natsir, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Baca juga : Adhyaksa Dault: Beri Prabowo Kesempatan Tuntaskan Pembenahan Nasional

Ia menyebut masyarakat akar rumput telah merasakan dampak positif dari pelaksanaan kedua program tersebut.

Adsense

Natsir juga menilai mahasiswa sebagai kaum intelektual seharusnya berpikir visioner dalam melihat berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo.

Menurutnya, program-program tersebut merupakan amanat konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945.

Baca juga : Ara: Prabowo Komit, Siapa Pun Yang Korupsi Disikat!

“Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus berfikir visioner dalam melihat sejumlah program Presiden Prabowo Subianto. Terlebih, program ini merupakan mandat konstitusi dan UUD 1945,” ujarnya.

Selain menghadirkan program yang berpihak kepada rakyat, Natsir mengatakan Presiden Prabowo juga telah mengambil langkah berani dengan menertibkan kebocoran uang negara yang nilainya mencapai puluhan ribu triliun setiap tahun.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo juga melakukan pemangkasan pemborosan anggaran negara yang selama ini menjadi salah satu tuntutan reformasi 1998.

Baca juga : Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Genjot Daya Saing Perusahaan

“Atas dasar itu, nasionalisme dan sikap patriotisme sekelompok mahasiswa yang menolak program tersebut patut dipertanyakan. Mestinya mereka ini berjuang untuk rakyat dan negara,” tegas Natsir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense