Dark/Light Mode

4th TPOMI 2026 Atasi Tantangan Pabrik Kelapa Sawit Masa Depan

Rabu, 3 Juni 2026 10:42 WIB
Diskusi bersama media dan Press Conference 4th Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 di Selasa (2/06/2026). Foto: Dok TPOMI
Diskusi bersama media dan Press Conference 4th Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 di Selasa (2/06/2026). Foto: Dok TPOMI

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri kelapa sawit Indonesia yang telah berusia lebih dari satu abad yakni 115 tahun bersiap menghadapi transformasi besar.

Dalam gelaran diskusi bersama media dan Press Conference 4th Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026, tantangan masa depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kini tidak lagi sekadar mengejar kapasitas produksi, melainkan bagaimana menciptakan operasional yang super efisien guna mempertahankan rendemen tinggi kebun, menekan emisi menuju dekarbonisasi, serta memangkas limbah secara signifikan.

Guna menjawab kebutuhan tersebut, gelaran 4th TPOMI (Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia) 2026 hadir sebagai ajang utama sekaligus wadah strategis yang mempertemukan seluruh ekosistem kelapa sawit nasional.

“TPOMI adalah forum transformasi dan talenta pabrik kelapa sawit Indonesia. Ajang ini menjembatani praktisi, akademisi, pelaku usaha, pemerintah, vendor teknologi, media, hingga mahasiswa,” Ujar Ir. Posma Sinurat, M. T, Ketua Bidang PKS Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) sekaligus Ketua Panitia TPOMI 2026, dalam diskusi Bersama Media, Selasa (2/06/2026).

Baca juga : Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan Hadapi Variabilitas Cuaca

Diselenggarakan pada 8-10 Juli 2026, forum ini bertepatan dengan momentum 115 tahun sawit komersial di Indonesia. Dengan mengusung tema “Hilirisasi Komoditi Perkebunan Menuju Sawit Pilar Indonesia Emas 2045”, TPOMI fokus pada pembaruan teknologi dan talenta (Updating Technology & Talent Palm Oil Mill and Downstream). Fokus updating teknologi dari pabrik reaktif menuju Smart, Prediktive, dan Data-Driven Palm Oil Mill.

Pada banyak pabrik pengambilan keputusan operasional masih tergantung pada pengalaman individu, pencatatan manual dan reaksi setelah masalah terjadi. TPOMI mendorong adopsi teknologi yang langsung menyentuh profititablitas yaitu losses turun, downtime turun, energi lebih efisien dan keputusan lebih akurat.

Teknologi meliputi AI, IoT, otomatisasi, predictive maintenance dan sustainability. “Prinsipnya teknologi harus aplikatif, terukur dan memberi dampak nyata terhadap efisiensi, produktivitas, K3 dan keberlanjutan pabrik,” kata Posma.

TPOMI juga mendorong adopsi teknologi modern yang berdampak langsung pada profitabilitas dan keberlanjutan pabrik, antara lain: Artifisial Intelijen (AI) & IoT: Bukan lagi konsep masa depan, IoT kini diaplikasikan untuk memantau temperatur, tekanan, getaran mesin, hingga kinerja stasiun kritikal (boiler, sterilizer, press).

Baca juga : Idul Adha, Kementan Pastikan Stok Dan Harga Cabai Nasional Aman

AI digunakan untuk membaca pola kerusakan mesin, memprediksi kehilangan minyak (oil losses), dan membantu manajemen mengambil keputusan berbasis data real-time.

Otomatisasi: Diterapkan pada titik-titik kritis pabrik demi menjaga konsistensi operasi, mengurangi variasi akibat kesalahan manusia (human error), serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Solusi Isu Utama PKS: Menjadi ruang bedah solusi untuk mengatasi masalah kernel loss, waktu henti produksi (downtime), efisiensi energi, tata kelola lingkungan (sustainability), hingga pengolahan limbah cair sawit (POME).

TPOMI menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan memberikan hasil optimal tanpa didukung oleh kualitas manusianya. Oleh karena itu, pembaruan teknologi di dalam forum TPOMI selalu berjalan beriringan dengan pembaruan kompetensi SDM agar talenta industri mampu mengoperasikan sistem modern secara disiplin dan akurat.

Baca juga : BNPP Petakan Tantangan Pembangunan Perbatasan Entikong

Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen industri, TPOMI 2026 juga akan menganugerahkan Medbun Award. Penghargaan ini diberikan khusus kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola pabrik kelapa sawit secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Selain itu, dalam diskusi dan Konferensi Pers TPOMI ini yang menjadi sorotan utama tertuju pada inovasi teknologi pengolahan sawit ramah lingkungan, efisiensi rantai pasok, hingga tantangan krusial di sektor hulu.

Lompatan teknologi dari konvensional (wet process) menuju proses kering (dry process) juga digadang-gadang menjadi kunci dekarbonisasi sekaligus hilirisasi produk bernilai tambah tinggi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.