Dark/Light Mode

Jelang Pelantikan Bos BGN, Relawan Prabowo Yakin Nanik Benahi Tata Kelola MBG

Jumat, 5 Juni 2026 13:03 WIB
Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) FOTO: ABP
Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) FOTO: ABP

RM.id  Rakyat Merdeka - Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) menyambut positif rencana pelantikan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026). ABP optimistis kepemimpinan baru BGN mampu melakukan reformasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

Selain Nanik, Presiden juga dijadwalkan melantik Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Ketiganya diharapkan mampu memperbaiki kualitas pelaksanaan MBG agar lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo Supriyanto mengatakan, kepemimpinan baru BGN harus mampu mengemban amanah Presiden dengan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola program MBG.

"Kami percaya dan mendukung penuh BGN di bawah kepemimpinan Bu Nanik Sudaryati Deyang akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penerima manfaat program MBG, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan mitra, koperasi, UMKM, petani, dan nelayan," ujar Supriyanto di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari penyaluran makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga dampaknya terhadap perbaikan kualitas gizi balita, anak sekolah, ibu hamil, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Program ini juga diharapkan berdampak positif terhadap perbaikan gizi balita, anak sekolah, ibu hamil serta pemberdayaan ekonomi masyarakat," lanjutnya.

Baca juga : Sedih Program MBG Dikorupsi, Prabowo: Yang Brengsek, Kita Sikat!

Aktivis 1998 yang akrab disapa Antok itu menilai, penunjukan Nanik oleh Presiden telah melalui pertimbangan matang dengan melihat rekam jejak dan kapasitasnya dalam melakukan pembenahan di tubuh BGN.

Ia menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG selama ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat sehingga membutuhkan langkah korektif yang cepat dan terukur.

ABP juga mengapresiasi sejumlah langkah awal yang disebut telah disiapkan pimpinan baru BGN. Di antaranya moratorium pembukaan titik SPPG baru, refocusing program kepada kelompok yang paling membutuhkan perbaikan gizi, serta percepatan pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Antok, langkah tersebut perlu dibarengi dengan penguatan pengawasan dan efisiensi penggunaan anggaran negara.

"Selain itu, diperlukan efisiensi anggaran untuk menghentikan kebocoran dan pemborosan belanja yang tidak perlu sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.

ABP juga menegaskan komitmen relawan pendukung Prabowo-Gibran untuk ikut mengawal pelaksanaan MBG agar tetap berada pada jalurnya dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Baca juga : Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG

Antok mengaku prihatin dengan munculnya dugaan praktik jual beli titik SPPG yang dinilai merugikan negara dan mengganggu tujuan program.

"Jual beli titik SPPG sangat meresahkan dan merugikan negara. SPPG di wilayah aglomerasi sudah melebihi kuota. Bahkan, banyak dapur baru bermunculan padahal portal mitra BGN telah resmi ditutup permanen sejak November 2025," ungkapnya.

Minta Korupsi MBG Diusut Tuntas

Pada kesempatan itu, ABP juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dan kolusi dalam pelaksanaan MBG hingga ke seluruh pihak yang terlibat.

Menurut Antok, penanganan perkara tidak boleh berhenti pada tiga mantan pimpinan BGN yang saat ini telah ditahan Kejaksaan Agung. Aparat diminta menelusuri pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam praktik tersebut.

"Proses hukum tidak boleh berhenti pada tiga mantan pimpinan BGN. Semua pihak yang terlibat harus ditelusuri dan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Baca juga : Dadan Hindayana Dicopot, Nanik Deyang Jadi Kepala BGN

Antok yang juga pernah aktif di Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran sebagai Wakil Komandan Tim Golf (Relawan) turut menyinggung sikap sejumlah mantan pimpinan BGN yang tengah menjalani proses hukum.

Menurut dia, pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebaiknya fokus menghadapi proses peradilan yang sedang berjalan.

"Pak Sony selaku mantan Wakil Kepala BGN tidak perlu playing victim dengan menuduh pihak lain, apalagi menyebarkan intrik melalui media sosial. Sebaiknya fokus menghadapi proses hukum yang sedang berjalan," tegasnya.

ABP berharap kepemimpinan Nanik bersama Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono mampu memperkuat tata kelola BGN, meningkatkan transparansi, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendorong perekonomian rakyat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.