BREAKING NEWS
 

Buka Penas Gorontalo, Wapres: Petani & Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 20 Juni 2026 19:40 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming berbincang dengan perwakilan petani dan nelayan saat membuka Penas Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Foto: BPMI Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

“Terima kasih para petani dan nelayan, garda terdepan kemandirian pangan,” kata Wapres saat menyampaikan sambutan pembukaan.

Menurut Gibran, kemandirian pangan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus terus diperkuat di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain,” tegasnya.

Wapres menilai upaya mewujudkan kemandirian pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga memerlukan pembenahan tata kelola sektor pertanian dan perikanan secara menyeluruh.

Baca juga : Hadiri Penas Di Gorontalo, Gobel: Pertanian Harus Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

Mulai dari perlindungan lahan pertanian, kemudahan akses bibit unggul dan permodalan, hingga kepastian pasar serta distribusi pupuk bersubsidi harus menjadi perhatian bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan kesempatan kepada perwakilan petani dan nelayan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Sejumlah aspirasi yang mengemuka antara lain kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, pendangkalan pelabuhan, distribusi bahan bakar bagi nelayan, hingga kebutuhan sarana pascapanen seperti dryer dan rice milling unit (RMU).

Menanggapi hal tersebut, Gibran meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait segera mengambil langkah konkret.

Adsense

“Mohon ini nanti Pak Menteri, Wamen, semua yang ada di sini, mohon untuk segera ditindaklanjuti. Tadi ada masalah irigasi, masalah solar, masalah dryer, RMU, dan masalah-masalah yang lain. Ini coba nanti setelah acara ini segera ditindaklanjuti ya Pak Menteri ya,” ujarnya.

Baca juga : APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa Indonesia mencatat peningkatan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada 2025 setelah Brasil.

Ia juga mengungkapkan stok pangan nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Target swasembada empat tahun, alhamdulillah kita capai satu tahun dan tercepat sepanjang sejarah,” kata Amran.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani dan nelayan serta berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyederhanaan distribusi pupuk dan penguatan sektor pertanian.

Di sisi lain, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan PENAS XVII diikuti sekitar 13 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga : Maverick Vinales Santai Hadapi Ketidakpastian Masa Depan di MotoGP 2027

Ia menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan semangat besar petani dan nelayan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

“Spirit dari seluruh petani dan nelayan di Indonesia untuk terus mempertahankan swasembada pangan, melanjutkan swasembada pangan, dan insyaallah mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, insyaallah mudah kita capai,” ujar Gusnar.

Pembukaan PENAS XVII ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional khas Gorontalo, polopalo, oleh Wapres didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Anggota DPR RI Rachmat Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta sejumlah pejabat terkait.

Usai membuka acara, Wapres meninjau pameran teknologi pertanian dan perikanan yang menampilkan berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor pertanian serta perikanan nasional.

PENAS Petani Nelayan XVII juga dihadiri ribuan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia. Acara ini akan berlangsung hingga 24 Juni 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense