Dark/Light Mode

Temui Petani & Cek Gudang Bulog, Kader Gerindra Kawal Program Ketahanan Pangan

Jumat, 15 Mei 2026 06:45 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono mengunjungi gudang Bulog yang ada di Kota Samarinda dan Balikpapan. (Foto: Instagram/budidjiwandono)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono mengunjungi gudang Bulog yang ada di Kota Samarinda dan Balikpapan. (Foto: Instagram/budidjiwandono)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para kader Partai Gerindra terus mengawal program ketahanan pangan nasional. Di antaranya dengan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi petani hingga mengecek Gudang Bulog di sejumlah daerah.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan program Pemerintah berjalan optimal pascacapaian swasembada beras pada Desember 2025.

“Kita saling sinergi untuk memastikan bahwa pangan tersedia dan harganya terjangkau,” kata Budi, dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Budi optimistis dengan kondisi ketahanan pangan nasional usai meninjau aset dan fasilitas Bulog di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Budi datang ke lokasi bersama jajaran Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan dan Kalimantan Timur, Selasa (12/5/2026).

Dalam peninjauan itu, kader Gerindra menekankan pentingnya peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama untuk memastikan ketersediaan stok beras di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca juga : Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara-Uang Pengganti 5,6 T

“Peninjauan aset-aset Bulog Kota Balikpapan ini untuk melihat langsung kondisi riil dan ketersediaan stok pangan di lapangan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR ini menilai, Bulog memiliki posisi strategis dalam ekosistem pangan nasional. Karena itu, Bulog perlu mendapat dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun infrastruktur distribusi.

“Mengingat keberadaan Bulog dalam ekosistem pangan di Indonesia sangat penting dan strategis,” tuturnya.

Dari hasil peninjauan langsung tersebut, Budi memastikan stok pangan di Balikpapan masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Saya senang karena bisa melihat langsung bahwa stok sangat mencukupi,” katanya.

Baca juga : BSI Kuartal I Kantongi Laba Bersih 2,2 Triliun

Meski demikian, dia mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Terutama terkait infrastruktur dan distribusi pangan agar akses masyarakat semakin mudah.

“Kami mencatat masih ada perbaikan yang harus dikejar, baik dari sisi infrastruktur maupun kebijakan untuk memudahkan distribusi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota ASEAN memperkuat kerja sama ketahanan pangan kawasan guna menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan dinamika geopolitik global. Dalam sesi pleno KTT Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026), Prabowo menegaskan pangan merupakan kebutuhan vital yang menentukan stabilitas negara dan keberlangsungan masyarakat.

“Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada kedamaian,” ujar Prabowo.

Kepala Negara juga menekankan sektor pertanian merupakan bidang strategis yang harus dijaga negara demi menjamin keberlanjutan produksi pangan nasional.

Baca juga : Menperin: Job Creation Lebih Besar Dibanding PHK

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab utama pemerintah dan Indonesia bertekad mengambil tanggung jawab penuh atas sektor vital ini,” kata Prabowo.

Karena itu, Pemerintah Indonesia tidak menyerahkan sepenuhnya sektor pertanian kepada mekanisme pasar. Menurut Prabowo, intervensi pemerintah tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.