RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai, maraknya kasus korupsi yang terungkap belakangan ini menunjukkan masih lemahnya efek jera. Menurut Anwar, kasus yang menyeret sejumlah pejabat negara membuat publik terkejut. Padahal, Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.
“Presiden Prabowo sudah berkali-kali menyampaikan tekadnya untuk memberantas korupsi secara sungguh-sungguh. Bahkan beliau pernah menyatakan akan mengejar para koruptor ke mana pun mereka pergi,” ujar Anwar, dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Anwar sebenarnya tidak habis pikir mengapa masih ada pejabat yang berani melakukan praktik korupsi meski Pemerintah telah menunjukkan sikap tegas terhadap kejahatan tersebut. Ia menduga, kondisi itu terjadi karena para pelaku merasa tidak lagi memiliki rasa takut, baik terhadap hukum maupun terhadap nilai-nilai moral dan agama.
Baca juga : Hasil Temuan KPK, Koruptor Bingung Simpan Uang Korupsi
Anwar mengutip pandangan almarhum Salim Said yang pernah menyatakan bahwa sebagian pelaku korupsi seolah tidak lagi takut kepada siapa pun. “Jangankan kepada pemimpin, kepada Tuhan pun mereka tidak takut. Larangan yang sudah jelas tetap saja dilanggar,” katanya.
Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ini menilai, fenomena tersebut menjadi sinyal menurunnya integritas, keimanan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang merupakan sila pertama Pancasila.
Karena itu, Anwar berpandangan bahwa Pemerintah perlu mempertimbangkan penerapan hukuman yang lebih berat terhadap pelaku korupsi, termasuk hukuman mati, terutama bagi koruptor yang merugikan negara dalam jumlah besar dan berdampak luas terhadap masyarakat.
Baca juga : 3 Kada Di-OTT Saat Puasa, Korupsi Di Daerah Masih Merajalela
“Jika kita ingin menjadikan ini sebagai pelajaran bagi semua pihak, maka sudah saatnya hukuman mati dipertimbangkan bagi para koruptor. Tujuannya agar muncul rasa takut dan efek jera sehingga orang lain tidak berani melakukan perbuatan yang sama,” tegasnya.
Menurut Anwar, tanpa langkah yang benar-benar tegas, praktik korupsi dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin sulit diberantas.
“Kalau kita tidak pernah berani mengambil tindakan yang memberikan efek jera yang kuat, maka korupsi akan terus menjadi-jadi seperti yang kita saksikan saat ini,” pungkasnya.
Baca juga : PSSI Awards Libatkan Publik, Voting Dibuka 6 Januari 2026
Sebelumnya, Presiden Prabowo berupaya membuat penjara terpencil untuk koruptor untuk menghapus wabah korupsi di Tanah Air. Nantinya penjara tersebut dibangun di sebuah pulau mirip Alcatraz.
"Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil mereka nggak bisa keluar. Kita akan cari pulau kalau mereka keluar biar ketemu sama hiu," ujar Prabowo, di Jakarta, (13/3/2025).
Prabowo menegaskan, korupsi akan membuat negara hancur. Karena itu, dia tidak akan mundur menghadapi koruptor. Prabowo siap mati untuk bangsa dan negara. Bahkan, dia tidak takut menghadapi mafia. "Apalagi ada Kapolri dan TNI, apalagi ada guru-guru akan membantu saya," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.