RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menegaskan, transformasi penyelenggaraan haji dan umrah harus diwujudkan melalui tata kelola yang terintegrasi, transparan, profesional, serta berorientasi penuh pada kepentingan jemaah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).
Baca juga : Cek Endra Dukung Percepatan Eksplorasi Wilayah Kerja Migas Baru
Menurutnya, transformasi tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembentukan kelembagaan, tetapi harus menghadirkan perubahan nyata dalam setiap aspek pelayanan.
"Transformasi haji dan umrah tidak boleh berhenti pada seremoni. Transformasi harus hadir dalam sistem, regulasi, data, standar pelayanan, dan pengawasan agar setiap jemaah merasakan pelayanan yang semakin baik," katanya.
Baca juga : Gandeng Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Layanan JKK
Gus Irfan (sapaan akrabnya) menjelaskan, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bagian dari reformasi besar tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia. Kehadiran kementerian ini diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan kebijakan, memperkuat akuntabilitas, serta mengintegrasikan data, sumber daya manusia, aset, dan sistem pelayanan.
Menurutnya, transformasi tersebut diarahkan untuk mencapai tiga sasaran utama, yaitu sukses ritual, sukses pengembangan ekosistem ekonomi haji, serta sukses keadaban dan peradaban. Dia mengatakan, pengalaman penyelenggaraan ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang melayani 203.149 jemaah dalam 527 kelompok terbang menjadi pijakan penting untuk terus menyempurnakan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.