Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan haji secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Evaluasi Layanan Embarkasi dan Debarkasi Ujung Pandang (UPG) serta Pembinaan ASN Kementerian Haji dan Umrah di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan itu, Menhaj menyoroti posisi strategis Asrama Haji Makassar sebagai pintu utama pelayanan jemaah haji dari kawasan Indonesia Timur. Karena itu, menurutnya, kualitas layanan di embarkasi ini harus terus ditingkatkan dan dapat menjadi acuan bagi daerah lain.
Menurutnya, seluruh proses pelayanan harus berjalan secara profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah. Pelayanan yang baik tidak hanya terlihat saat keberangkatan, tetapi juga pada seluruh rangkaian perjalanan ibadah haji.
Baca juga : Wamen Fajar: Transformasi Pendidikan Harus Terasa Di Ruang Kelas
"Asrama Haji Makassar harus menjadi model layanan haji Indonesia Timur. Seluruh proses pelayanan harus tertata dengan baik sejak jemaah memasuki asrama, menuju bandara, berangkat ke Tanah Suci, hingga kembali ke daerah asal dengan aman, nyaman, dan bermartabat," katanya, Ahad (14/6/2026).
Gus Irfan (sapaan akrab Menjan) menilai, evaluasi penyelenggaraan haji harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada aspek administrasi. Yang terpenting, bagaimana kualitas pelayanan benar-benar dirasakan oleh jemaah.
Dia menjelaskan, pengalaman jemaah menjadi indikator utama keberhasilan layanan. Karena itu, seluruh tahapan pelayanan harus dipastikan berjalan lancar tanpa menimbulkan kebingungan ataupun kendala yang berarti.
Baca juga : LAFKI: Mutu Pelayanan jadi Kunci Transformasi Kesehatan
Berbagai aspek pelayanan menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut, mulai dari layanan di Asrama Haji Sudiang, pemeriksaan dokumen, layanan kesehatan, konsumsi, pengelolaan bagasi, transportasi, hingga pelayanan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, proses pemulangan jemaah ke daerah asal juga menjadi bagian penting yang harus terus diperbaiki agar berlangsung lebih tertib dan nyaman.
"Ukuran keberhasilan layanan itu sederhana. Jemaah merasa aman, terlayani dengan baik, dan tidak mengalami kebingungan pada setiap tahapan perjalanan hajinya," ujarnya.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, Menhaj juga meminta agar sistem pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dibangun secara lebih terintegrasi dan komprehensif. Materi pelatihan, menurutnya, harus mencakup seluruh aspek layanan, termasuk alur pelayanan jemaah, penanganan krisis kesehatan, perlindungan jemaah, komunikasi publik, pelayanan lansia, koordinasi dengan bandara, layanan CIQ, Makkah Route, penggunaan aplikasi Nusuk, hingga sistem pelaporan berbasis digital.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya