Sebelumnya
Kementerian Haji dan Umrah, lanjutnya, akan memfokuskan berbagai langkah strategis, mulai dari percepatan penerbitan visa melalui integrasi data, digitalisasi layanan, penguatan standar asrama haji, peningkatan pengawasan terhadap penyelenggara, hingga penyediaan layanan yang semakin ramah bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi.
Gus Irfan menilai, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan haji yang lebih efektif, efisien, dan berkeadilan bagi seluruh jemaah Indonesia.
Baca juga : Cek Endra Dukung Percepatan Eksplorasi Wilayah Kerja Migas Baru
International Islamic Expo (IIE) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 diikuti lebih dari 100 peserta pameran, sekitar 3.000 pembeli (buyer), serta delegasi dari 16 negara. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara Pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional dalam memperkuat ekosistem haji dan umrah nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Menhaj mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan IIE 2026 sebagai momentum memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola haji dan umrah yang semakin berkualitas.
Baca juga : Gandeng Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Layanan JKK
"IIE 2026 harus menjadi momentum konsolidasi besar. Kita ingin ekosistem haji dan umrah memberikan manfaat yang lebih luas. Jemaah memperoleh pelayanan terbaik, penyelenggara semakin profesional, pelaku usaha nasional tumbuh, dan tata kelolanya semakin transparan serta akuntabel. Itulah arah transformasi yang sedang kita bangun," pungkasnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.