Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memastikan proses kepulangan jemaah haji Indonesia berjalan lancar hingga kembali ke daerah asal masing-masing.
Dalam penyambutan jemaah haji di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (18/6/2026), sebanyak 17 jemaah haji asal Kabupaten Jombang menerima bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
Baca juga : Pemerintah Pastikan, Stok Pangan Aman Hadapi El Nino
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program dukungan kemanusiaan yang disalurkan Pemerintah UEA melalui sebuah yayasan dan diteruskan secara resmi oleh Kemenhaj kepada para jemaah haji Indonesia yang membutuhkan.
Secara nasional, bantuan dengan total nilai mencapai USD 190.000 atau sekitar Rp 3,3 miliar diberikan kepada 160 jemaah haji Indonesia yang telah melalui proses verifikasi dan penilaian.
Baca juga : NasDem Gorontalo Usung Gerakan Bangun Desa, Gobel: Saatnya Kerja, Kurangi Bicara
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara selektif agar tepat sasaran. Menurutnya, penerima bantuan merupakan jemaah yang memang membutuhkan dukungan secara ekonomi.
“Mereka yang menerima bantuan adalah jemaah haji yang membutuhkan. Dari Jombang tadi saya melihat ada pedagang kerupuk, pedagang asongan, hingga pedagang es di pinggir jalan,” ujarnya saat memberikan sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang.
Baca juga : Kemenhaj Pastikan Pemulangan Lancar, Zamzam Dibagi Di Indonesia
Menurut Gua Irfan (sapaan akrab Menhaj), bantuan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing penerima sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
“Bantuan ini diberikan sesuai dengan siapa yang memerlukannya,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya