BREAKING NEWS
 

Tutup Celah Penipuan Umrah, 3 PPIU Resmi Jadi Pionir Escrow Account di Indonesia

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 28 Juni 2026 17:31 WIB
Penandatanganan kerja sama layanan Escrow Account pada International Islamic Expo 2026, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6/2026). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsorsium tiga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yakni Kias Travel, Arfa Tours, dan Rahmah Travel, mencatatkan sejarah baru di industri umrah Indonesia. Ketiganya resmi menjadi pionir penerapan layanan Escrow Account bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai sistem perlindungan dana jemaah dari risiko penyalahgunaan maupun penipuan.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di sela penyelenggaraan International Islamic Expo 2026, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6/2026).

Kerja sama ini menjadi salah satu terobosan penting dalam membangun sistem perlindungan dana jemaah sekaligus menutup celah terjadinya praktik penipuan yang selama ini masih membayangi industri perjalanan umrah.

Melalui skema Escrow Account, dana yang disetorkan jemaah untuk pembelian paket umrah tidak langsung diterima oleh pihak travel. Dana tersebut terlebih dahulu disimpan dan dikelola secara aman oleh BSI sebagai pihak ketiga.

Dana baru akan dicairkan kepada biro perjalanan setelah layanan umrah benar-benar diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Dengan demikian, apabila layanan belum diterima oleh jemaah, dana tetap berada dalam rekening penampungan dan tidak dapat digunakan oleh pihak travel.

Baca juga : JETOUR T1 Tawarkan Pilihan ICE dan Hybrid i-DM, Resmi Hadir di Indonesia

Skema ini diharapkan mampu memberikan rasa aman yang lebih besar kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Direktur Utama Rahmah Travel, Rochim Ramadhani, mengatakan kehadiran layanan Escrow Account merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan maksimal kepada para jemaah.

“Sudah saatnya kita menutup semua celah penipuan dalam industri umrah. Kasus-kasus yang terjadi selama ini sungguh sangat menyedihkan. Niat suci jemaah untuk beribadah justru dikhianati oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini tidak bisa lagi dibiarkan,” ujar Rochim.

Adsense

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam industri umrah. "Karena itu, seluruh penyelenggara perlu menghadirkan sistem yang mampu menjamin keamanan dana sekaligus memberikan kepastian keberangkatan kepada jemaah," ucap Rochim.

Direktur Utama Kias Travel, Muhammad Khairi, menambahkan hadirnya layanan Escrow Account merupakan bentuk dukungan PPIU terhadap pemerintah.

Baca juga : OREO Gandeng BTS Rilis Limited Edition Rasa Hotteok Brown Sugar di Indonesia

“Kami tahu, saat ini pemeritah melalui Kementerian Haji dan Umrah tengah berupaya menghadirkan tata kelola perlindungan jemaah yang lebih baik, berkaca dari kasus yang sedang hangat sekarang. Maka kami juga ambil inisiatif ini sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah," ucap Khairi.

Di samping itu, Khairi juga menyebut bahwa layanan Escrow Account ini sejalan dengan hasil kajian Tim Kuasa Hukum Korban Umrah pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Vice President of Islamic Ecosystem BSI, Ayun Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Kias Travel, Arfa Tours, dan Rahmah Travel.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi yang baik antara industri perbankan syariah dan penyelenggara perjalanan ibadah dalam meningkatkan tata kelola serta perlindungan konsumen.

“Ini merupakan terobosan yang sangat baik. Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan tiga travel ini karena menunjukkan komitmen untuk memberikan rasa aman kepada jemaah,” katanya.

Baca juga : Perkuat Produksi Lokal, Midea Resmikan Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia

Ayun menegaskan, BSI terbuka untuk menjalin kerja sama serupa dengan biro perjalanan umrah lainnya yang ingin menghadirkan sistem perlindungan dana bagi para jemaah.

Bagi calon jemaah, keberadaan mekanisme ini menjadi jaminan bahwa dana yang mereka setorkan tetap aman hingga hak mereka untuk memperoleh layanan ibadah benar-benar dipenuhi. Dengan demikian, semangat beribadah tidak lagi dibayangi kekhawatiran menjadi korban penipuan atau gagal berangkat akibat penyalahgunaan dana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense