Dark/Light Mode

Dukung Asta Cita Pemerintah, Pegadaian Wajah Utama Bank Emas Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 07:50 WIB
PT Pegadaian mengukuhkan posisinya sebagai wajah utama Bank Emas dengan misi MengEMASkan Indonesia, demi investasi yang aman, inklusif dan tepercaya bagi masyarakat. (Foto: PT Pegadaian)
PT Pegadaian mengukuhkan posisinya sebagai wajah utama Bank Emas dengan misi MengEMASkan Indonesia, demi investasi yang aman, inklusif dan tepercaya bagi masyarakat. (Foto: PT Pegadaian)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pegadaian sukses merajai transformasi industri keuangan nasional dengan menjadi wajah utama Layanan Bank Emas di Indonesia. Dominasi ini kian kokoh seiring langkah Asta Cita Pemerintah yang agresif, khususnya dalam mendorong penguatan ekosistem bullion domestik. 

Posisi istimewa tersebut bukan lahir secara instan, melainkan buah dari konsistensi Pegadaian dalam membangun ekosistem bisnis emas selama 125 tahun, jauh sebelum regulasi bank emas resmi berkembang di tanah air. 

Transformasi Pegadaian terbukti menjadi katalis penting dalam mengubah perilaku investasi masyarakat. Jika dahulu Pegadaian identik dengan solusi pembiayaan tradisional melalui produk Gadai, kini perusahaan telah bertransformasi menjadi pusat ekosistem investasi dan transaksi emas terintegrasi melalui lini layanan terlengkap, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas, hingga perdagangan emas fisik melalui anak usahanya, PT Pegadaian Galeri 24. 

Sebelum istilah “Bullion” atau “Bank Emas” ramai diperbincangkan, Pegadaian telah menjadi first mover investasi emas melalui produk Cicil Emas hingga Tabungan Emas. 

Inovasi ini mengubah persepsi masyarakat dari yang awalnya menganggap emas sebagai aset eksklusif, menjadi investasi inklusif yang dapat diakses dengan Tabungan Emas mulai dari Rp 10.000. Masyarakat kini dapat dengan mudah menabung saldo emas secara konsisten dan mengambilnya kapan saja ke dalam bentuk fisik. 

Baca juga : Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Pemerintah Percepat PSEL Dan BBM Terbarukan

Ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik yang dinamis, serta fluktuasi pasar keuangan beberapa tahun terakhir justru menjadi angin segar bagi bisnis emas Pegadaian. Emas kian diburu sebagai aset proteksi nilai (safe haven), memicu lonjakan transaksi Tabungan Emas secara masif. 

Sebagai institusi keuangan dengan Layanan Bank Emas terlengkap di Indonesia dan sesuai dengan visi perusahaan sebagai The Leader in Gold Ecosystem, Pegadaian menghadirkan empat produk andalan yang dirancang untuk segmen ritel maupun korporasi: 

1. Deposito Emas : Memungkinkan nasabah mendepositokan emas fisik atau saldo emas mereka dengan pilihan tenor 6, 9, atau 12 bulan. Berbeda dengan deposito konvensional, deposito emas memberikan imbal hasil (yield) berupa gramasi emas setiap bulannya, sehingga nilai total aset emas nasabah terus bertumbuh secara organik. 

2. Pinjaman Modal Kerja Emas : Solusi pembiayaan produktif yang ditujukan khusus bagi pelaku industri emas (pengrajin, pedagang perhiasan, dan pelaku usaha terkait). Pinjaman diberikan dan dikembalikan dalam bentuk emas fisik, sehingga pelaku usaha terproteksi penuh dari risiko fluktuasi harga emas dunia. 

3. Jasa Titipan Emas Korporasi : Pega daian berperan sebagai Gold Custodian berskala internasional. Layanan ini memfasilitasi perusahaan atau institusi besar yang memiliki aset emas dalam jumlah masif, untuk menitipkan aset mereka di bawah pengamanan ketat berlapis yang terjamin. 

Baca juga : Buntut Rupiah Melemah, Harga Daging & Tahu Mulai Naik

4. Perdagangan Emas : Bertindak sebagai Gold Provider, Pegadaian melayani transaksi jual-beli emas fisik dengan jaminan kemurnian tinggi (24 karat) dan bersertifikat resmi. 

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan memaparkan soal performa bisnis emas Pegadaian yang terus meroket. 

“Hingga April 2026, total kelolaan ekosistem emas Pegadaian menembus angka sekitar 145 ton. Termasuk, kelolaan Tabungan Emas Pegadaian yang kini mencapai lebih dari 20 ton dengan valuasi senilai lebih dari Rp 51 triliun. Alhamdulillah OSL produk Cicilan Emas juga mengalami kenaikan signifikan dengan pertumbuhan hingga 152,79 persen secara year on year (yoy), pada angka Rp 13,85 triliun per 30 April ini,” jelas Damar. 

Dominasi Pegadaian kian diperkuat oleh kepemilikan jaringan fisik lebih dari 4.000 outlet, ketersediaan vault (ruang penyimpanan) berstandar internasional, jalur distribusi emas fisik nasional yang lancar, serta jaminan sistem pencatatan emas fisik dan digital dengan jaminan underlying asset 1:1. 

Hadirnya Tring! by Pegadaian sebagai one stop apps menjadi pilar digital penting yang menyempurnakan seluruh lini ekosistem bisnis Perusahaan. Tring! berperan sebagai jembatan yang menya­tukan kenyamanan teknologi modern dengan keandalan layanan fisik Pegadaian dalam satu genggaman. 

Baca juga : Damiri Bersyukur Meski Kehilangan Jempol Kaki

Langkah penguatan Layanan Bank Emas oleh Pegadaian ini dinilai berjalan selaras dengan agenda strategis hilirisasi serta visi Asta Cita Pemerintah. 

Melalui ekosistem bullion yang kuat, inklusif, dan andal, Pegadaian berkomitmen penuh menciptakan nilai tambah yang tinggi di dalam negeri, sekaligus menyukseskan misi besar bersama untuk MengEMASkan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.