RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) mengapresiasi Program Magang Nasional 2026 yang diumumkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada tahap magang semata, melainkan mampu membuka peluang kerja yang nyata bagi para peserta.
Menurut Hensa, program tersebut merupakan langkah positif karena menjawab kebutuhan para lulusan baru yang selama ini kesulitan memasuki dunia kerja.
"Ini program bagus, harus diakui. Teddy menyampaikannya juga cukup baik, Yassierli juga begitu. Pesannya sampai bahwa pemerintah paham ada masalah besar di anak muda kita, yaitu lulus kuliah tapi belum tentu langsung kerja. Nah, itu bagus. Tapi jangan sampai setelah magang lapangan kerjanya ternyata tidak ada," ujar Hensa kepada wartawan.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai komunikasi yang dilakukan Teddy dan Yassierli sudah cukup jelas. Pemerintah, kata dia, mampu menjelaskan berbagai hal yang ingin diketahui publik, mulai dari jumlah peserta, mekanisme magang, hingga peluang memasuki dunia kerja.
Baca juga : Andi Gani: Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh Sangat Membantu Pekerja
Menurut Hensa, penyampaian yang baik justru meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap keberhasilan program tersebut.
"Kalau program disampaikan dengan baik, masyarakat pasti berharap. Jangan sampai rakyat sudah berharap, anak-anak muda sudah merasa ada jalan, ternyata jalannya cuma dibuka sampai magang saja. Itu kan bahaya," katanya.
Hensa juga menyoroti tingkat penyerapan peserta magang ke dunia kerja. Ia mengapresiasi capaian sekitar 30 persen peserta yang berhasil memperoleh pekerjaan setelah mengikuti program pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan nasib peserta lain yang belum terserap.
Baca juga : Himbara Didorong Perluas Pembiayaan Ke Masyarakat
"Kalau tahun lalu 30 persen diterima kerja, ya bagus. Tapi kan itu baru 30 persen. Sisanya bagaimana? Jangan angka 30 persen itu dijadikan tepuk tangan, sementara yang 70 persen lagi jadi catatan kaki," ujarnya.
Karena itu, Hensa meminta pemerintah memastikan Program Magang Nasional memiliki keberlanjutan, termasuk melalui penyelenggaraan angkatan berikutnya dan perluasan peluang kerja bagi para peserta.
"Pertanyaannya sederhana saja, setelah ini ada lagi enggak? Ada batch berikutnya enggak? Kalau cuma sampai sini saja, kasihan masyarakat. Mereka butuh program yang jalan terus dan jelas keberlanjutannya," katanya.
Selain itu, Hensa mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada komunikasi publik, tetapi juga memperkuat keterlibatan dunia industri. Menurutnya, perusahaan harus benar-benar membuka jalur magang yang berkualitas sehingga peserta memperoleh pengalaman kerja sekaligus kesempatan membangun karier.
Baca juga : Redam Kenaikan Harga, Bulog Usul Dagang Beraskita Premium
"Penyampaiannya bagus, Teddy bagus, Yassierli bagus. Tapi setelah itu industri siap enggak? Perusahaan-perusahaan benar-benar membuka jalur magang yang bermutu enggak? Jangan sampai pemerintah sudah bicara bagus, tapi di bawahnya peserta cuma jadi anak magang, setelah itu sulit mendapatkan kerja," ujarnya.
Hensa menegaskan Program Magang Nasional harus benar-benar meningkatkan kompetensi peserta dan tidak sekadar terlihat besar dari sisi jumlah.
"Ini harus dikawal, jangan sampai Program Magang Nasional hanya gagah di angka, ramai di konferensi pers, tapi di lapangan pesertanya juga enggak dapat kerja," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.