BREAKING NEWS
 

Kemenag Terus Upayakan Solusi Terbaik untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : MUHAMAD FIKY
Rabu, 29 April 2026 09:50 WIB
Foto: Kemenag RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan komitmen Kementerian Agama (Kemenag) dalam memperjuangkan kesejahteraan para guru di bawah naungan Kemenag. Berbagai solusi strategis terus diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Hal tersebut disampaikan Wamenag saat menutup Simposium Guru Nasional 2026 di Kantor Kemenag Thamrin, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Terkait Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Wamenag mengatakan dalam waktu dekat Kemenag berencana melakukan relaksasi kebijakan. Jika surat keputusan yang telah disiapkan segera ditandatangani, program PPG 2026 dapat kembali digulirkan.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Gercep Lindungi Korban Kecelakaan Kereta Api

“Dalam waktu dekat, kami merencanakan adanya relaksasi kebijakan terkait Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Saat ini surat keputusannya sudah disiapkan dan jika segera ditandatangani, program PPG tahun 2026 dapat kembali kita laksanakan,” ujar Wamenag.

Terkait pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Wamenag melaporkan bahwa penyelesaian TPG Non-ASN bagi lulusan 2025 yang telah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) telah mencapai 100 persen secara nasional dengan menggunakan anggaran yang tersedia di daerah. Untuk memastikan proses tersebut berjalan lancar, Kemenag terus melakukan validasi dan pemutakhiran data secara berkala.

Adsense

Lebih lanjut, Wamenag menegaskan bahwa langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan guru dimulai dari validitas data. Karena itu, Kemenag telah mengesahkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Kewajiban Satu Pintu Data.

Baca juga : Pertamina Drilling Sediakan Jack Up Rig untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako

“Dulu kita memiliki lebih dari 2.600 aplikasi. Bisa dibayangkan betapa sulitnya menyinkronkan data sebanyak itu. Saat ini, kita sedang berproses memangkasnya menjadi hanya 20 aplikasi utama,” ujarnya.

Menurut Wamenag, langkah tersebut terbukti efektif dalam menata ulang informasi, mulai dari jumlah madrasah, sebaran guru, hingga tenaga pendidik, termasuk di lingkungan pesantren. Dengan data yang akurat, kebijakan anggaran dan distribusi kesejahteraan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Wamenag juga meyakinkan para guru bahwa di tengah ketatnya politik anggaran saat ini, perhatian Kemenag terhadap nasib guru tidak akan berkurang.

Baca juga : Prabowo Perintahkan Layanan Terbaik Untuk Korban Kecelakaan KA Bekasi

“Yakinlah, konsistensi Kementerian Agama dalam memperjuangkan kesejahteraan guru tidak pernah menurun. Kami terus mencari solusi terbaik agar harapan kita semua dapat segera terealisasi,” pungkasnya.

Turut mendampingi Wamenag dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Staf Ahli Adiyarto Sumardjono, Tenaga Ahli Junisab Akbar, jajaran pejabat Eselon II Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, serta perwakilan guru madrasah dan Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense