RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum PERADI Profesional, Prof. Harris Arthur Hedar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung organisasi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan itu diberikan melalui Piagam Rekor Indonesia Nomor 12803/R.MURI/VII/2026 kepada PERADI Profesional sebagai organisasi advokat dengan penandatanganan kerja sama terbanyak bersama 108 perguruan tinggi keagamaan untuk penyelenggaraan pendidikan advokat.
Prof. Harris juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama (Kemenag) dan seluruh perguruan tinggi mitra yang telah mendukung terwujudnya capaian tersebut.
"Kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Agama Republik Indonesia beserta Direktur Jenderal Pendidikan Islam, dan juga Universitas Indonesia. Berkat kerja sama inilah PERADI Profesional dapat meraih penghargaan dari MURI sebagai organisasi advokat pertama yang menandatangani kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta terbanyak di Indonesia," ujar Prof. Harris, Jumat (10/7/2026).
Baca juga : Raih Rekor MURI, Bukti Upaya PERADI Profesional Kembalikan Marwah Advokat
Ia mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PERADI Profesional untuk terus meningkatkan kualitas advokat melalui penguatan kemitraan dengan dunia pendidikan tinggi.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk melahirkan advokat yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan penegakan hukum di Indonesia.
Saat ini, PERADI Profesional telah menjalin kemitraan dengan 138 perguruan tinggi, yang terdiri atas perguruan tinggi negeri, swasta, dan keagamaan. Dari jumlah tersebut, 108 merupakan perguruan tinggi keagamaan di bawah naungan Kemenag.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional, Yuhelson mengatakan, sinergi lintas sektor telah menjadi agenda utama organisasi sejak berdiri.
Baca juga : Wamendikdasmen Fajar Dorong MPLS Jadi Momentum Penguatan Perlindungan Anak
"Sinergitas itu yang menjadi tonggak untuk terjadinya tegaknya keadilan. Dalam kurun waktu belum sampai enam bulan, PERADI Profesional sudah bisa menjalin kerja sama dengan lebih dari 111 perguruan tinggi. Ini menjadi sebuah catatan sejarah," kata Yuhelson.
Menurutnya, PERADI Profesional hadir dengan semangat mengembalikan marwah profesi advokat melalui penguatan kualitas pendidikan calon advokat.
"Tadi yang disampaikan oleh Pak Ketum sudah jelas, bahwa PERADI Profesional ini berbeda dengan organisasi yang lain. Kami ingin mengembalikan marwah profesi advokat. Karena itu kami menggandeng akademisi dan pemerintah. Tiga pilar inilah yang akan menjadi tonggak sejarah untuk menegakkan keadilan," tegasnya.
Yuhelson menilai,.penghargaan MURI menjadi pengakuan atas upaya PERADI Profesional dalam memperkuat kualitas pendidikan profesi hukum di Indonesia.
Baca juga : Operasional Haji 2026 Lancar, PPIH Arab Saudi Apresiasi Pengabdian Petugas
"MURI melirik apa yang telah dikerjakan oleh PERADI Profesional. Ini menjadi catatan sejarah dan menjadi stimulus bagi anak-anak bangsa untuk terus berkreativitas dan meningkatkan capaian di masa mendatang," ujarnya.
PERADI Profesional menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah sebagai fondasi untuk mengembalikan marwah profesi advokat, sekaligus mendukung penegakan hukum yang lebih berkualitas di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.