RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Tafkir Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Nizar Ahmad Saputra, menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Markas Besar TNI dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Menurutnya, langkah tersebut merupakan ikhtiar yang baik dalam memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum.
PP Persis mencermati pernyataan Kapolri yang menegaskan bahwa hubungan Polri dengan TNI dan Kejaksaan tetap berjalan baik serta memiliki semangat yang sama dalam mengawal penegakan hukum. Bagi PP Persis, pesan tersebut penting sebagai penegasan kepada publik bahwa pemberantasan korupsi dan penegakan hukum memerlukan koordinasi yang erat antarlembaga tanpa mengurangi independensi maupun kewenangan masing-masing.
Nizar menerangkan, dalam ajaran Islam, silaturahmi merupakan ikhtiar untuk mempererat ukhuwah, membuka ruang musyawarah, dan menghadirkan keberkahan. Karena itu, PP Persis memandang pertemuan antarpimpinan lembaga negara ini sebagai langkah yang baik untuk memperkuat sinergi dalam pemberantasan korupsi, meningkatkan efektivitas penegakan hukum, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Upaya bersama dalam memerangi korupsi merupakan bagian dari amanah konstitusi sekaligus ikhtiar menghadirkan keadilan dan kemaslahatan bagi seluruh rakyat," ujar Nizar, dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Baca juga : Adidaya Apresiasi Kunjungan Kapolri ke Mabes TNI dan Kejaksaan Agung
Menurut Nizar, tantangan pemberantasan korupsi yang semakin kompleks menuntut koordinasi yang semakin erat di antara seluruh aparat penegak hukum. Polri, TNI, dan Kejaksaan memiliki fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab yang berbeda sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dengan tetap menghormati batas kewenangan masing-masing, sinergi yang dibangun melalui komunikasi yang baik akan memperkuat efektivitas penegakan hukum sekaligus menjaga stabilitas nasional.
"Kami meyakini bahwa setiap institusi memiliki amanah dan kewenangan yang telah ditetapkan oleh konstitusi. Sinergi tidak dimaksudkan untuk mengaburkan batas kewenangan, melainkan memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, termasuk pemberantasan korupsi yang memerlukan komitmen bersama. Semakin baik komunikasi antarlembaga, semakin besar pula harapan masyarakat terhadap hadirnya penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan," lanjutnya.
Nizar menambahkan, pemberantasan korupsi merupakan ikhtiar kolektif yang memerlukan integritas, profesionalitas, dan keteladanan dari seluruh penyelenggara negara. Karena itu, terbangunnya hubungan yang harmonis antarlembaga penegak hukum patut dipandang sebagai modal penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan secara objektif, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan bangsa.
Ia lalu mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Ma'idah: 2, yang berbunyi 'Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan'. Menurutnya, nilai inilah yang semestinya menjadi landasan dalam membangun sinergi antarlembaga negara.
Baca juga : Perkuat Layanan Penyeberangan, ASDP Sterilisasi Pelabuhan Strategis Nasional
“Kami berharap silaturahmi ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam memberantas korupsi, menjaga persatuan bangsa, serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Nizar.
Kapolri Perkuat Sinergi dengan TNI dan Kejagung
Sebelumnya, pada Senin (13/7/2026), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, dan dilanjutkan ke Gedung Utama Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat soliditas antarlembaga penegak hukum serta menjaga sinergi dalam mengawal berbagai agenda strategis nasional, termasuk penguatan pemberantasan korupsi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, dengan penekanan bahwa komunikasi yang baik menjadi fondasi penting bagi efektivitas pelaksanaan tugas masing-masing institusi.
Dalam keterangannya usai bertemu Jaksa Agung, Kapolri menegaskan bahwa hubungan Polri dan Kejaksaan Agung berada dalam kondisi yang solid. "Kami sama-sama sepakat dan menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa tidak ada masalah di antara dua institusi ini," ucapnya.
Kapolri juga menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi akan terus diperkuat hingga ke tingkat daerah agar seluruh program strategis, termasuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, dapat berjalan semakin efektif melalui sinergi yang kuat.
Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Sinergi Penanganan Korban Kecelakaan
Dalam kunjungannya ke Markas Besar TNI, Kapolri disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua institusi untuk terus menjaga soliditas dan memperkuat sinergitas TNI–Polri dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing. Kolaborasi yang telah terbangun dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus mendukung keberhasilan berbagai agenda strategis negara.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa Kejaksaan Agung dan Polri bukanlah dua institusi yang saling berhadapan, melainkan bagian dari satu sistem peradilan pidana yang memiliki tujuan yang sama dalam menegakkan hukum. "Jangan berpikir kami ini rival, kami ini adalah versus, tidak," ucapnya.
Ia menambahkan, hubungan baik yang telah terbangun selama ini harus terus dipelihara sebagai kekuatan bersama untuk menghadirkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.