RM.id Rakyat Merdeka - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia pimpinan Andi Gani Nena Wea (KSPSI AGN) mewakili Indonesia dalam BRICS Trade Union Forum Meeting 2026 yang berlangsung di Hyderabad, India, pada 14-16 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, KSPSI AGN mengirimkan dua delegasi, yakni Advisor International Affairs Executive KSPSI AGN sekaligus Ketua Umum Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP IMPPI) William Yani Wea serta International Relations Officer KSPSI AGN Ditha Julietha.
William mengatakan, keikutsertaan KSPSI AGN bukan sekadar partisipasi seremonial, namun bentuk nyata diplomasi serikat pekerja Indonesia di tingkat global. Terutama untuk memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
"Partisipasi KSPSI AGN menunjukkan bahwa serikat pekerja Indonesia ikut mengambil bagian dalam pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan di tingkat global," kata William dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia menyampaikan empat agenda prioritas. Pertama, memperkuat dialog sosial tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Baca juga : DJKI dan Dewan Pers Siapkan ASEAN Journalists Forum 2026
Kedua, meningkatkan investasi untuk pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling. Ketiga, mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan peran pekerja.Keempat, memperkuat perlindungan bagi pekerja migran.
Menurut William, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan organisasi pekerja menjadi kunci agar transformasi digital berlangsung secara inklusif," ujar William.
William juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak mengorbankan hak dan kesejahteraan pekerja. Dirinya menegaskan negara-negara BRICS memiliki tanggung jawab memastikan perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan perlindungan hak pekerja.
"Kemampuan menggunakan AI harus menjadi keterampilan dasar bagi pekerja masa depan. Transformasi digital tidak boleh menciptakan kelompok yang tertinggal. Transformasi harus membuka kesempatan bagi semua orang," ujar William.
Baca juga : IUCN Puji Langkah Menhut Perkuat Konservasi Gajah Indonesia
Sementara itu, International Relations Officer KSPSI AGN Ditha Julietha memaparkan kondisi ketenagakerjaan Indonesia melalui sesi Country Report.
Ditha menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki sekitar 154 juta angkatan kerja dan merupakan salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Karena itu, kebijakan ketenagakerjaan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Menurut Ditha, tantangan tersebut tidak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga menjadi persoalan bersama negara-negara anggota BRICS.
"Inovasi teknologi harus didampingi oleh inovasi hukum dan sosial. Ekonomi digital tidak akan dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila jutaan orang masih berada di luar cakupan perlindungan ketenagakerjaan yang komprehensif," kata Ditha.
Baca juga : KJRI Cape Town Promosikan Indonesia di ASEAN Business Forum 2026 Afrika Selatan
Ia juga mengusulkan penguatan kerja sama antarnegara BRICS melalui skema mutual recognition of skills certifications atau pengakuan sertifikasi kompetensi lintas negara.
Menurutnya, langkah tersebut dapat meningkatkan mobilitas tenaga kerja sekaligus mengurangi kesenjangan keterampilan di kawasan BRICS.
Hasil pembahasan BRICS Trade Union Forum 2026 selanjutnya akan dirumuskan menjadi rekomendasi bersama yang akan disampaikan kepada para Menteri Ketenagakerjaan dan pemimpin negara anggota BRICS sebagai masukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026.
Keikutsertaan KSPSI AGN dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi serikat pekerja Indonesia di tingkat internasional sekaligus mendorong terwujudnya dunia kerja yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan pekerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.