RM.id Rakyat Merdeka - ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) mempertegas komitmennya mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di kawasan Asia Tenggara.
Komitmen itu ditegaskan dalam pembukaan ASEAN TUC Women's Leadership Training 2026 bertajuk 'Empowering Future Women Leaders' di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Forum ini dibuka langsung Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Kapolri sekaligus Ketua Dewan Penasihat KSPSI Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Forum regional ini menjadi momentum memperkuat peran perempuan sekaligus menjawab tantangan dunia kerja yang kian dipengaruhi digitalisasi, dan Artificial Intelligence (AI).
Dalam sambutannya, Presiden ASEAN TUC Andi Gani Nena Wea menegaskan, bahwa penguatan kepemimpinan perempuan merupakan bagian penting dari masa depan gerakan buruh di kawasan ASEAN.
Baca juga : WPPKBI dan KOWANI Kompak Perkuat Persatuan Organisasi Perempuan Indonesia
Menurutnya, tantangan dunia kerja yang semakin kompleks harus dihadapi dengan kepemimpinan yang inklusif, adaptif, dan memiliki perspektif kesetaraan.
"Perempuan pekerja memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan ekonomi. Melalui pelatihan ini, kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang berani, kompeten, dan mampu membawa perubahan nyata," kata Andi Gani.
Ia juga mengajak seluruh anggota ASEAN TUC untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kerja sama regional dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
"Solidaritas adalah kekuatan utama gerakan buruh ASEAN. Perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang. Justru melalui kebersamaan, kita dapat menghadapi tantangan global dan memastikan hak-hak pekerja di kawasan terlindungi dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat KSPSI yang juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Baca juga : Reformasi Subsidi Energi Perkuat Ketahanan Fiskal & Percepat Energi Bersih
Menurutnya, transformasi dunia kerja yang dipicu digitalisasi, AI, hingga transisi menuju ekonomi hijau menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi bersama.
Sigit menilai, pekerja perempuan merupakan salah satu pilar penting pembangunan ekonomi nasional, namun hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan seperti diskriminasi, pelecehan, keterbatasan akses kepemimpinan, hingga beban ganda.
Ia juga menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung terciptanya hubungan industrial yang kondusif melalui penegakan hukum yang profesional serta penguatan sinergi dengan seluruh elemen serikat pekerja.
Adapun, pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons atas kebutuhan aksi kolektif menghadapi tantangan sistemik ketenagakerjaan modern.
ASEAN TUC berkomitmen membekali para pemimpin perempuan dengan pemahaman mengenai kerangka hukum, standar ketenagakerjaan internasional, serta strategi kepemimpinan inovatif.
Baca juga : Perkuat Lini Belakang, PSIM Rekrut Bek Lokal
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari berbagai pakar dan pemangku kepentingan. Mulai dari Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Tenaga Indah Anggoro Putri, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban dan perwakilan KSPSI Ira Laila Budiman.
Materi mengenai perlindungan hukum terhadap kejahatan ketenagakerjaan juga disampaikan oleh perwakilan Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri. Pelatihan menggunakan metode interaktif melalui refleksi diri, diskusi panel, studi kasus praktik terbaik di kawasan, hingga Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan di masing-masing negara anggota.
Melalui pelatihan ini, ASEAN TUC menargetkan lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang siap mengisi posisi strategis di organisasi maupun tempat kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.