RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi sikap CEO Lippo Group James Riady dan pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja yang menegaskan kondisi keamanan Indonesia tetap aman dan kondusif. Karena itu, menurut keduanya, tidak ada lagi kebutuhan memasang pagar pembatas tinggi di pusat-pusat perbelanjaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ara, sapaan akrab Maruarar, di Jakarta, Sabtu (1/8/2026), menyusul ramainya pembahasan publik mengenai pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal. Menurut Ara, penjelasan dari dua pelaku usaha besar itu menjadi sinyal positif bahwa dunia usaha tetap menaruh kepercayaan terhadap stabilitas keamanan nasional sekaligus iklim investasi di Indonesia.
"Sikap mereka patut diapresiasi karena situasi keamanan kita memang baik dan kondusif," kata Ara.
Baca juga : Ara: Mal Harus Tumbuh Bersama Lingkungan Sekitar
Ara mengungkapkan, dirinya telah berbicara langsung dengan pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja untuk meminta penjelasan terkait pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.
Dari komunikasi tersebut, Alexander menegaskan pemasangan pagar bukan merupakan kebijakan perusahaan, melainkan inisiatif manajemen lokal. Ia juga memastikan pagar tersebut akan segera dibongkar.
"Saya juga sudah komunikasi langsung dengan Pak Alex. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan," ujar Ara.
Baca juga : Ara Apresiasi SBY Dan Suharso Penggagas FLPP Rumah Subsidi
Selain membongkar pagar di Mal Kota Kasablanka, Alexander juga memastikan penataan di seluruh properti Pakuwon Group akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan CEO Lippo Group James Riady. Menurut James, pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan milik Lippo Group merupakan kebijakan pada masa lalu ketika kondisi keamanan nasional belum kondusif.
"Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang," kata James.
Baca juga : Bertemu Menteri Perumahan China, Ara Perkuat Kerja Sama Program 3 Juta Rumah
Ara menilai pernyataan James dan Alexander menunjukkan optimisme kalangan dunia usaha terhadap kondisi Indonesia saat ini. Ia berharap tidak ada lagi kebijakan operasional di tingkat manajemen yang dapat memunculkan persepsi negatif mengenai situasi keamanan nasional.
Menurutnya, kepastian dari dua pengusaha tersebut juga menjadi pesan positif bagi masyarakat maupun investor bahwa aktivitas ekonomi berjalan normal dan kondisi keamanan tetap terjaga.
"Kita harus menjaga optimisme bersama. Dunia usaha percaya pada kondisi Indonesia yang aman dan kondusif. Itu menjadi modal penting bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi," ujar Ara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.