Dark/Light Mode

Bertemu Menteri Perumahan China, Ara Perkuat Kerja Sama Program 3 Juta Rumah

Rabu, 29 Juli 2026 21:22 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut kedatangan Menteri Perumahan China, Ni Hong di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: FIK/RM.ID
Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut kedatangan Menteri Perumahan China, Ni Hong di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: FIK/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan China memperkuat kerja sama di sektor perumahan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Kesepahaman itu mengemuka dalam pertemuan hampir tiga jam antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Menteri Perumahan China Ni Hong di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pembiayaan perumahan, teknologi konstruksi, sistem pertanahan, hingga penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ni Hong hadir bersama Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong dan 10 delegasi pemerintah China. Mereka disambut Maruarar Sirait beserta jajaran Kementerian PKP, Komisioner BP Tapera, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Maruarar, yang akrab disapa Ara, mengatakan kunjungan tersebut menjadi tamu resmi pertama dari luar negeri yang diterimanya sejak menjabat Menteri PKP.

"Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami," ujar Ara.

Baca juga : Kementerian PU Lanjutkan Perbaikan Jalan Di Perbatasan Krayan Kaltara

Menurut Ara, kedua negara memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama dalam mengatasi backlog perumahan di Indonesia melalui berbagai skema pembiayaan dan pemanfaatan teknologi yang lebih efisien.

"Kami akan menindaklanjuti kerja sama ini dengan fokus pada penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.

Ara juga memaparkan berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi MBR. Program tersebut antara lain rumah subsidi, sertipikat tanah gratis melalui sinergi dengan Kementerian ATR/BPN, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, hingga pembiayaan melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Selain itu, pemerintah memanfaatkan data tunggal Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyaluran bantuan perumahan lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan ketersediaan lahan di kawasan perkotaan melalui koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.

Meski membuka peluang kerja sama dengan China, Ara menegaskan pembangunan rumah tetap mengutamakan penggunaan produk dalam negeri.

Baca juga : Pemerintah Puji BRI Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah Lewat KUR Perumahan

"Saya meminta bahan bangunan seperti semen, pasir, cat, dan material lainnya menggunakan produk yang diproduksi di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perumahan China Ni Hong menyambut baik hasil pertemuan tersebut. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis China sehingga kerja sama di bidang perumahan memiliki prospek yang sangat besar.

"Kami telah mencapai beberapa kesepakatan penting di bidang perumahan. Kami berharap kerja sama ini dapat meningkat ke tahap yang lebih tinggi dan bisa segera direalisasikan," ujar Ni Hong.

Ia mengatakan Pemerintah China siap mendorong perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk berpartisipasi dalam pembangunan perumahan di Indonesia dengan mengedepankan prinsip saling menguntungkan.

Selain membawa teknologi konstruksi dan produk berkualitas, perusahaan-perusahaan China juga diharapkan dapat berbagi pengalaman dalam penyediaan hunian perkotaan.

Baca juga : 4 Bulan Menepi, Pratama Arhan Akhirnya Kembali Perkuat Persija

"Kondisi setiap negara memang berbeda, tetapi kami ingin saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama," katanya.

Ni Hong optimistis kolaborasi tersebut akan semakin mempererat hubungan Indonesia dan China, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor perumahan.

"Saya juga sangat menantikan kunjungan Pak Menteri Ara ke China," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.