Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pusat-pusat perbelanjaan (mal) harus tumbuh bersama lingkungan di sekitarnya. Menurutnya, keberhasilan sebuah mal tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung atau besarnya omzet, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan kualitas permukiman dan kesejahteraan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Pernyataan itu disampaikan Maruarar usai Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, perusahaan dapat berkontribusi langsung melalui berbagai program sosial, seperti bedah rumah, perbaikan rumah tidak layak huni, penataan kawasan kumuh, pembenahan permukiman padat, hingga penyediaan fasilitas lingkungan.
"Situasi aman. Yang penting sekarang para pengusaha juga memperhatikan lingkungan sekitar, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, tokoh-tokoh setempat, serta menjalankan program CSR yang benar-benar dirasakan manfaatnya," ujar Ara.
Ia menilai langkah tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara dunia usaha dan warga yang tinggal di sekitar kawasan komersial.
Baca juga : Ara Apresiasi SBY Dan Suharso Penggagas FLPP Rumah Subsidi
"Melalui CSR, perusahaan bisa ikut membedah rumah warga, memperbaiki kawasan kumuh, dan membantu penataan kampung-kampung padat. Itu merupakan arahan Presiden agar pembangunan memberi manfaat langsung kepada masyarakat," katanya.
Pernyataan Ara juga menjadi kelanjutan dari komunikasi yang dilakukannya dengan para pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia menyusul polemik pemasangan pagar di sejumlah mal.
Sebelumnya, Ara mengaku telah berbicara langsung dengan Chairman Lippo Group James Riady dan pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja. Keduanya memastikan kondisi keamanan nasional tetap kondusif sehingga tidak ada alasan bagi pusat perbelanjaan memasang pagar sebagai respons terhadap situasi keamanan.
Alexander Tedja juga memastikan pagar yang sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka akan segera dibongkar karena merupakan keputusan manajemen lokal, bukan kebijakan pemegang saham maupun kantor pusat.
Menurut Ara, penjelasan tersebut menunjukkan optimisme dunia usaha terhadap kondisi Indonesia sekaligus menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional.
Baca juga : Bertemu Menteri Perumahan China, Ara Perkuat Kerja Sama Program 3 Juta Rumah
Karena itu, ia berharap optimisme tersebut diwujudkan melalui peningkatan kontribusi sosial perusahaan sehingga keberadaan mal tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga ikut memperbaiki kualitas lingkungan di sekitarnya.
Ara menegaskan pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam semangat Indonesia Incorporated.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai penggerak investasi dan pencipta lapangan kerja, tetapi juga sebagai mitra dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat.
"Pengusaha membuka banyak lapangan pekerjaan. Karena itu yang dibutuhkan adalah sinergi. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama sebagaimana semangat Indonesia Incorporated yang disampaikan Presiden Prabowo," ujarnya.
Ara menambahkan, semangat kolaborasi tersebut juga menjadi landasan berbagai program Kementerian PKP dalam memperbaiki kualitas hunian masyarakat. Selama ini, program bedah rumah dan penataan kawasan permukiman berhasil dijalankan berkat kerja sama kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perbankan, aparat penegak hukum, hingga sektor swasta.
Baca juga : Ara Temui Luhut, Bahas Percepatan Program Perumahan Prabowo Dengan AI
Menurutnya, pusat perbelanjaan modern merupakan bagian dari ekosistem perkotaan yang tumbuh berdampingan dengan permukiman warga. Karena itu, keberhasilan sebuah mal semestinya juga diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya.
"Kalau mal berkembang, lingkungan sekitarnya juga harus ikut berkembang. Itulah pembangunan yang memberi manfaat bagi semua," tegas Ara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya