Dark/Light Mode

Ara Bertemu Seskab Teddy, Bahas Percepatan Bedah Rumah 400 Ribu Unit

Minggu, 19 Juli 2026 18:55 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait bertemu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bahas renovasi rumah tidak layak huni di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu (19/7/2026). Dok. PKP
Menteri PKP Maruarar Sirait bertemu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bahas renovasi rumah tidak layak huni di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu (19/7/2026). Dok. PKP

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus menggenjot percepatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Di akhir pekan, Maruarar bertemu Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk membahas percepatan renovasi 400 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026. Program tersebut menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan berlangsung di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu (19/7/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas perkembangan pelaksanaan Program BSPS sekaligus langkah-langkah percepatan agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

Maruarar mengatakan, pemerintah menargetkan renovasi 400 ribu rumah tidak layak huni melalui Program BSPS pada 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyasar 45 ribu unit.

Baca juga : Apresiasi Pembekalan Seskab Teddy, Qodari: Teladan bagi Taruna Akmil

"Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya menyasar 45 ribu unit, dan tahun ini menjadi 400 ribu unit. Kenaikannya sangat besar sekali," ujar Maruarar.

Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, keberhasilan program bedah rumah membutuhkan koordinasi yang kuat antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar pelaksanaannya berjalan lebih cepat, tepat sasaran, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang semakin kuat, pemerintah berharap penyediaan hunian yang layak dapat dipercepat sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah," katanya.

Baca juga : Apresiasi Catatan Seskab Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Transparan

Sebelumnya, Maruarar juga menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M. Yusuf Ateh, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPKP, Jakarta.

Rapat tersebut membahas tindak lanjut penyusunan Peraturan Menteri PKP tentang Program Bedah Rumah sebagai bagian dari upaya mempercepat implementasi BSPS di seluruh Indonesia.

Salah satu langkah yang disepakati ialah penyederhanaan mekanisme pelaksanaan Program Bedah Rumah dari 24 tahapan menjadi hanya 10 tahapan tanpa mengurangi aspek pengawasan dan akuntabilitas.

Baca juga : Barantin Dan Mendes Sepakat Kerja Sama Percepat Ekspor Dari Desa

Penyederhanaan mekanisme itu diharapkan mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat sekaligus mendukung target renovasi 400 ribu rumah tidak layak huni pada 2026 sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.