RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan para wakil rakyat, menggelar rapat koordinasi di Senayan, Senin (10/8/2026). Rapat membahas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pemerintah dan DPR memastikan situasi nasional aman-aman saja. "Everything is okay," kata Mensesneg.
Rapat koordinasi dipimpin Dasco dan dihadiri pimpinan Komisi I dan III DPR serta para petinggi kementerian dan lembaga terkait. Secara spesifik, rapat membahas kesiapan pengamanan Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026 dan puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
Usai rapat, Prasetyo mengatakan, seluruh persiapan telah dikoordinasikan bersama. Untuk teknis pengamanan, menjadi kewenangan TNI dan Polri. Ia pun memastikan, semua terkendali dengan baik.
“Everything is okay. Semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo.
Baca juga : Karhutla Jadi Perhatian Serius Istana
Menurut Prasetyo, koordinasi antarlembaga diperlukan agar seluruh agenda kenegaraan dapat berlangsung aman dan lancar. Pemerintah, DPR, TNI, dan Polri terus memastikan berbagai persiapan dilakukan dengan baik menjelang rangkaian peringatan kemerdekaan.
Prasetyo lalu mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan kemerdekaan. Ia menyebut, berbagai kegiatan digelar di sejumlah daerah, mulai dari perlombaan tradisional hingga acara dengan konsep modern dan unik.
Ia berharap, semangat masyarakat untuk memeriahkan bulan kemerdekaan terus terjaga. Menurut dia, berbagai kreativitas yang muncul menunjukkan antusiasme masyarakat untuk ikut menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Banyak inisiatif digelar di seluruh Indonesia. Kreativitas-kreativitas, inovasi-inovasi, perlombaan-perlombaan, mulai dari yang modern, tradisional sampai yang unik-unik,” kata Prasetyo.
Baca juga : Harga Daging Sapi Ngamuk Ke 180 Ribu
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono bersyukur, keamanan nasional dalam menghadapi perayaan HUT RI terkendali dengan baik. Namun, ia tetap meminta TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) memperkuat deteksi dini untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. Menurut Dave, kemampuan membaca setiap perkembangan secara cepat dan akurat menjadi faktor penting agar setiap potensi gangguan dapat direspons secara cepat, tepat, dan proporsional.
Dave menyoroti maraknya penyebaran rekaman video demonstrasi lama di media sosial yang dikemas seolah-olah sebagai peristiwa yang sedang berlangsung. Menurutnya, konten semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan dan bisa menyesatkan masyarakat.
"Perkembangan ruang digital memerlukan perhatian yang sama," ucap Dave.
Untuk para warganet, Dave menegaskan, kebebasan berekspresi tetap dihormati. Namun, kebebasan tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan atau memanipulasi fakta.
Baca juga : Menhut Sudah Balikin, KPK Bilang Belum Utuh
Karena itu, Dave mendorong penguatan penanganan disinformasi di ruang digital oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama platform digital dan pihak terkait.
"Ruang digital Indonesia diharapkan tetap menjadi ruang publik yang sehat, terpercaya serta mendukung terjaganya stabilitas nasional dan kualitas demokrasi," pungkas Dave. UMM/BYU
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.