Dark/Light Mode

Olah Sampah Jadi Energi

Menko Pangan Gencarkan Inovasi Teknologi Pirolisis

Selasa, 11 Agustus 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Lahan PSEL dan Pirolisis untuk mempercepat pengolahan sampah menjadi energi di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Foto: Dok. Kemenko Pangan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Lahan PSEL dan Pirolisis untuk mempercepat pengolahan sampah menjadi energi di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Foto: Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Pangan menggencarkan teknologi pirolisis untuk mempercepat pengolahan sampah menjadi energi. Teknologi ini diharapkan menjadi pelengkap pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang tengah dipercepat Pemerintah.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, persoalan sampah tidak lagi dapat ditangani dengan cara konvensional. Zulhas-sapaan akrab Zulkifli Hasan menilai, intervensi teknologi diperlukan untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi bernilai ekonomi.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa tapi membutuhkan percepatan melalui intervensi teknologi.

“Karena itu, selain pembangunan PSEL, Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi,” kata Zulhas saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Lahan PSEL dan Pirolisis dikutip, Senin (10/8/2026).

Dia memastikan, implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 telah mempercepat pembangunan PSEL di sejumlah daerah.

Dalam waktu dekat, Indonesia ditargetkan memiliki 13 lokasi PSEL. Salah satunya berada di Kota Palembang yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Namun, kapasitas 13 lokasi PSEL tersebut diperkirakan baru mampu menangani sekitar 22 persen timbulan sampah nasional.

Baca juga : Nusron Sanksi Petugas Jika Lebih Dari 10 Hari

Karena itu, Pemerintah membutuhkan teknologi lain sebagai pelengkap pengolahan sampah menjadi energi. Salah satunya melalui teknologi pirolisis yang dinilai berpotensi mengolah sampah yang telah menumpuk di TPA menjadi bahan bakar terbarukan setara solar.

Jika diterapkan secara luas, teknologi pirolisis diperkirakan dapat menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional.

Zulhas menjelaskan, Pemerintah tidak ingin pengelolaan sampah hanya berhenti pada upaya mengurangi timbulan sampah. Sampah juga harus dapat diolah menjadi sumber energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita ingin persoalan sampah tidak hanya selesai, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat. Dengan gotong royong dan kerja cepat, target itu dapat kita capai,” ujarnya.

Dalam mempercepat penerapan teknologi pirolisis, Zulhas mengapresiasi dukungan TNI Angkatan Darat (TNI AD). Kolaborasi antara TNI AD, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah dinilai dapat mempercepat penyediaan fasilitas pengolahan sampah.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL Bogor Raya 1, serta pengembangan proyek percontohan pirolisis di lima lokasi. Yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

Baca juga : Gerindra & PAN: Ada Bukti Dan Capaian Nyata Kerja Pemerintah

Zulhas melihat, Pemerintah Daerah memiliki peran penting dalam memastikan proyek pengolahan sampah berjalan optimal.

Dukungan tersebut, antara lain berupa penyediaan lahan, percepatan perizinan, serta memastikan ketersediaan pasokan sampah bagi fasilitas pengolahan.

“Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen kuat dari Pemerintah Daerah. Terutama dalam penyediaan lahan, percepatan perizinan, serta menjamin pasokan sampah yang memadai bagi fasilitas pengolahan,” jelasnya.

Menurutnya, percepatan pengolahan sampah juga penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran di TPA. Terutama saat musim kering yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Dengan mempercepat pengolahan sampah menjadi energi, Pemerintah berharap volume sampah yang menumpuk di TPA dapat dikurangi, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi baru.

Adapun teknologi pirolisis bekerja dengan memanaskan material pada suhu tinggi dalam kondisi tertentu, sehingga sampah dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Baca juga : Bidik Kemenangan Pilkada 2029, PPP Sulsel Siapkan Kader-kader Potensial

Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, keterlibatan TNI AD merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur Pemerintah ikut mencari solusi terhadap persoalan sampah.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada kondisi yang darurat dan meminta seluruh jajaran untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi,” kata Maruli.

Menurut Maruli, TNI AD siap mendukung program pemerintah dengan sumber daya yang dimiliki, termasuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah.

Pemerintah pun terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar pembangunan PSEL dan penerapan teknologi pirolisis dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Selasa, 11 Agustus 2026 dengan judul "Olah Sampah Jadi Energi Menko Pangan Gencarkan Inovasi Teknologi Pirolisis"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.