RM.id Rakyat Merdeka - Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyelenggarakan pameran bertajuk 'Jejak Perlawanan, Akar Peradaban' di Grha Literasi Bangunan Cagar Budaya (BCB) Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Jakarta, sepanjang Agustus 2026. Pameran ini dikurasi dalam tiga sub tema, yakni Sosok Perlawanan, Budaya Perlawanan, dan Peristiwa Perlawanan.
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, menyampaikan kemerdekaan adalah buah dari perjalanan sejarah yang panjang, dari keberanian, keteguhan, pengorbanan, dan semangat perlawanan yang telah tumbuh jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah sebuah hadiah yang datang tiba-tiba. Jejak-jejak ini tidak hanya tersimpan dalam ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga terekam dalam berbagai sumber pengetahuan di Perpusnas," katanya, saat membuka PameranJejak Perlawanan, Akar Peradaban, Kamis (13/08/2026).
Ia mengatakan, melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk melihat kembali perjalanansejarah melalui lembaran-lembaran naskah yangmenjadi saksi perkembangan peradaban bangsa.
Baca juga : Buku Takhta, Darma & Karsa Ungkap Warisan Keteladanan Bapak Pramuka Indonesia
“Tidak hanya naskah kuno, pameran juga menampilkan berbagai koleksi langka, dan koleksi monograf mutakhir yang memberikan perspektif serta pemahaman baru terhadap berbagai peristiwa sejarah serta dinamika masyarakat Indonesia,” katanya.
Ia berharap, pameran ini tidak hanya menjadi ruang untuk melihat koleksi-koleksi bersejarah tetapi menjadi ruang dialog antara masa lalu, masa kini danmasa mendatang.
"Dalam semangat memperingati 81 tahun Kemerdekaan RI, marilah kita jadikan momentum untuk meneguhkan kembali kecintaan kita kepada bangsa dan tanah air," harapnya.
Baca juga : Meriahkan HUT Kemerdekaan, Rivera Bogor Hadirkan Promo Spesial Agustus
Pada subtema Sosok Perlawanan, pengunjung dapat mengenal sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang yang memiliki peran dalam sejarah perjuangan masyarakat Nusantara, di antaranya Syekh Yusuf al-Makassari, Pangeran Diponegoro, dan Untung Surapati.
Sementara itu, Budaya Perlawanan memperlihatkan peran sastra, hikayat, kidung, doa, dan ajaran keagamaan dalam membentuk keberanian, solidaritas, identitas, serta nilai-nilai perjuangan masyarakat. Adapun Peristiwa Perlawanan menghadirkan berbagai peristiwa penting dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk pertempuran, strategi diplomasi, perjanjian, serta kesaksian para pelaku sejarah.
Ia menjelaskan, koleksi dalam pameran ini terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni Koleksi Naskah Nusantara, Koleksi Monograf Langka, dan Koleksi Monograf Mutakhir. “Lebih dari 50 koleksi ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari naskah kuno, surat kabar terjilid, foto terjilid hingga peta lama,” jelasnya.
Baca juga : Wiyata Kinarya, Kompetensi Tenaga Perpustakaan dan SKKNI
Tidak hanya pameran, Perpusnas juga menggelar berbagai kegiatan pendukung sepanjang Agustus 2026 untuk memperluas keterlibatan masyarakat. Di antaranya Puspa Pemustaka Seri 38 dan 39, rangkaian kelas literasi anak, librarian talk, kelas literasi budaya nusantara, kelas literasi aksara Jawa dan lontara Bugis.
“Pameran ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap koleksi Perpusnas, meningkatkan literasi sejarah dan budaya, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa perjalanan kemerdekaan Indonesia merupakan bagian dari proses panjang yang diwariskan oleh generasi sebelumnya,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.