BREAKING NEWS
 

BSMI Tembus Pelosok Ende, Bawa Bantuan Untuk Korban Gempa NTT

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 20 Agustus 2026 15:06 WIB
Foto: BSMI

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jawa Timur menjangkau Desa Nuanaga, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menyalurkan bantuan kepada penyintas gempa bumi magnitudo 7,7.

Tim BSMI tiba di Pos Pengungsian Desa Nuanaga pada Selasa (19/8/2026) dengan membawa bantuan bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Kehadiran tim tersebut menjadi bantuan pertama yang diterima para penyintas di pos pengungsian tersebut.

Koordinator Tim BSMI Jawa Timur Abdul Wahid Alfin mengatakan, pihaknya berupaya menjangkau masyarakat terdampak hingga ke wilayah yang sulit diakses agar bantuan dapat diterima secara lebih merata.

“Kami berupaya menembus lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan, termasuk daerah pelosok. Di Pos Pengungsian Desa Nuanaga, bantuan dari BSMI merupakan bantuan pertama yang tiba,” ujar Abdul Wahid.

Baca juga : Cek Kondisi Anak Di Posko Pengungsian, Wapres Pastikan Sekolah Tetap Berjalan

Menurut dia, masyarakat di wilayah tersebut masih membutuhkan perhatian dan dukungan, terutama selama masa tanggap darurat pascagempa.

Aksi kemanusiaan di Desa Nuanaga merupakan bagian dari rangkaian respons BSMI Jawa Timur terhadap gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT. Sebelumnya, sejak 18 Agustus 2026, tim telah memberikan layanan kesehatan, pengobatan, serta bantuan kebutuhan pokok di sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Sikka dan Ende.

Adsense

Pada 18 Agustus, tim BSMI membuka posko kesehatan di Kabupaten Sikka dan memberikan layanan di Pos Pengungsian Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat. Sebanyak 82 pasien mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan dengan keluhan yang banyak ditemukan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit kepala, diare, dan gatal-gatal.

Tim kemudian melanjutkan aksi kemanusiaan ke Kabupaten Ende pada 19 Agustus. Di Pos Pengungsian Kelurahan Paopanda, Kecamatan Ende Selatan, sebanyak 45 penyintas mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan.

Baca juga : BNI Hadirkan Layanan Kesehatan & Trauma Healing Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Keluhan yang banyak ditemukan di lokasi tersebut antara lain sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan rematik. Selain layanan kesehatan, BSMI Jawa Timur juga menyalurkan bantuan sembako kepada 130 kepala keluarga (KK) penyintas gempa di Kabupaten Ende.

Abdul Wahid mengatakan kebutuhan penyintas di lapangan tidak hanya berkaitan dengan layanan medis, tetapi juga mencakup pangan dan kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi karena banyak warga masih bertahan di lokasi pengungsian setelah gempa.

“Di lapangan kami melihat kebutuhan warga cukup beragam. Karena itu, tim tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menyalurkan bantuan sembako agar kebutuhan dasar para penyintas dapat terbantu,” katanya.

Tim BSMI Jawa Timur terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi untuk menentukan bentuk bantuan berikutnya sesuai dengan kebutuhan para penyintas. Penjangkauan hingga wilayah pelosok dilakukan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima masyarakat terdampak secara lebih merata.

Baca juga : Bertolak Ke NTT, Wapres Gibran Ajak Mahasiswa Bantu Penanganan Bencana

Kehadiran relawan BSMI Jawa Timur di Sikka dan Ende menjadi bagian dari upaya kemanusiaan membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat pascagempa. Layanan kesehatan, pengobatan, bantuan kebutuhan pokok, dan penjangkauan ke wilayah sulit akses menjadi bentuk dukungan BSMI bagi para penyintas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense