Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Tim Hukum Febrie: Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Praperadilan
- Rapat 4 Jam di BPKP, Hashim & Ara Bahas Pembentukan Tim Kawal Investasi Qatar
- Tahan Suku Bunga Di 5,75%, BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
- Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan, MMB: Kado Indah HUT Kemerdekaan
- Juara Dewata Series, Igor Tolic Puji Mentalitas Skuad Persib
DoctorSHARE Salurkan Bantuan Medis Untuk Korban Gempa Flores
Rabu, 19 Agustus 2026 17:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) turut mendukung respons kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dukungan tersebut dilakukan melalui assessment, pelayanan medis, serta penyaluran obat-obatan, alat kesehatan dan perlengkapan penunjang kepada fasilitas kesehatan setempat.
“Bagi doctorSHARE, respons bencana bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang mereka butuhkan,” ujar Managing Director doctorSHARE, Tutuk Utomo Nuradhy, Rabu (19/8/2026).
Menurut Tutuk, dalam situasi penuh ketidakpastian, kehadiran tenaga kesehatan dan dukungan medis menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat.
Sebagai bagian dari respons tersebut, pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tim doctorSHARE menyerahkan bantuan medis dan perlengkapan penunjang kepada Puskesmas Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Baca juga : ASDP Kerahkan 2 Armada Tangguh Pulihkan Pascagempa NTT
Serah terima bantuan dilakukan Project Coordinator Program Gemilang doctorSHARE, Yeni Billi, kepada Kepala Puskesmas Borong, Yosefina Nirma.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan medis, mulai dari obat-obatan, perlengkapan perawatan luka, obat injeksi, antibiotik, obat saluran pencernaan hingga kebutuhan medis lainnya.
Selain bantuan medis, doctorSHARE menyerahkan perlengkapan tanggap darurat berupa enam lembar terpal berukuran 10 x 12 meter, empat rol tali rafia dan 12 selimut. Perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan darurat, terutama untuk tempat berlindung dan perlindungan dari kondisi cuaca.
Tutuk berharap dukungan tersebut dapat memperkuat kapasitas Puskesmas Borong dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa. Terutama selama masa tanggap darurat, ketika kebutuhan layanan kesehatan meningkat.
“Situasi di Flores masih membutuhkan dukungan. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” katanya.
Baca juga : Kemendikdasmen: Pembelajaran Tetap Berjalan di Wilayah Terdampak Bencana di NTT
Menurut Tutuk, dukungan masyarakat akan membantu doctorSHARE melanjutkan pelayanan medis sekaligus memenuhi kebutuhan kesehatan warga di wilayah terdampak.
“Gempa dapat terjadi dalam hitungan detik, tetapi proses pemulihan membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang,” pungkasnya.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Kekuatan gempa sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Flores.
Gempa menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas publik serta memaksa masyarakat meninggalkan tempat tinggal untuk menyelamatkan diri. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 17 Agustus 2026, sedikitnya 56 orang meninggal dunia dan 277 orang mengalami luka-luka.
Baca juga : DPR Dorong Pemerintah Siapkan Sekolah Darurat di Daerah Terdampak Gempa NTT
Gempa juga merusak 4.674 rumah. Dampak bencana turut dirasakan fasilitas kesehatan. Sebanyak sembilan rumah sakit dan 68 puskesmas terdampak. Hingga 17 Agustus 2026, BNPB mencatat 11.675 jiwa mengungsi.
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan masyarakat terdampak terus meningkat, mulai dari tempat berlindung, makanan, air bersih, selimut hingga akses layanan kesehatan. Fasilitas kesehatan di wilayah terdampak juga menghadapi tantangan untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, di tengah meningkatnya kebutuhan medis pascabencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya