BREAKING NEWS
 

BAZNAS Perkirakan Kerugian Gempa NTT Capai 2,2 Triliun, Fokus Pulihkan Mustahik

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 21 Agustus 2026 10:33 WIB
Relawan BAZNAS di NTT. Foto: BAZNAS

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkirakan total kerugian akibat gempa bumi yang melanda delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp 2,2 triliun.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi lembaga filantropi untuk turut memperkuat pemulihan masyarakat terdampak, khususnya mustahik.

Perkiraan tersebut berdasarkan kajian Damage and Loss Assessment (DALA) yang dilakukan Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan BAZNAS RI dengan menggunakan data hingga 18 Agustus 2026 atau lima hari setelah gempa terjadi.

Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid mengatakan, nilai kerugian tersebut mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum dan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi, serta biaya tambahan yang muncul akibat bencana.

“Kerusakan terbesar berasal dari sektor perumahan yang diperkirakan mencapai Rp1,42 triliun dengan 19.317 unit rumah rusak. Selain itu, kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur mencapai Rp275,1 miliar,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Baca juga : Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Perkuat SDM dan Inovasi Pengumpulan ZIS Nasional

Sementara itu, kerugian akibat terganggunya aktivitas ekonomi diperkirakan mencapai Rp 334,1 miliar. BAZNAS juga mencatat biaya tambahan akibat bencana sebesar Rp 191,7 miliar.

Sodik mengatakan, besarnya dampak bencana membuat proses pemulihan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi, terutama dalam fase pemulihan pascabencana.

“BAZNAS tidak menggantikan peran pemerintah. Kami hadir untuk melengkapi upaya pemulihan, terutama membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan dukungan untuk kembali bangkit,” ujarnya.

Adsense

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian BAZNAS dalam proses pemulihan adalah pembangunan kembali rumah warga. Berdasarkan kajian DALA, terdapat kesenjangan antara kebutuhan biaya penggantian rumah dengan plafon bantuan yang tersedia dalam skema Pemerintah.

Kesenjangan pembiayaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 366 miliar hingga Rp 593 miliar. Menurut Sodik, kondisi itu dapat menjadi ruang bagi lembaga filantropi untuk turut berkontribusi dalam pemulihan masyarakat terdampak, terutama mustahik.

Baca juga : Kunjungi Korban Gempa NTT, Gibran Boyong Mahasiswa UI

“Di Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. Manggarai Timur sendiri menyumbang 54 persen dari total kerugian mustahik dan 38,7 persen kerusakan rumah dari total delapan kabupaten terdampak,” jelasnya.

Di sisi lain, Manggarai Timur hanya menyumbang 9,6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari delapan wilayah terdampak, sementara tingkat kemiskinannya mencapai 23,5 persen.

Menurut Sodik, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan BAZNAS dalam menentukan prioritas dukungan pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa.

BAZNAS, lanjut dia, menempatkan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebagai salah satu sumber dukungan untuk membantu proses pemulihan.

“Dana tersebut diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh skema pembiayaan pemerintah,” ujarnya.

Baca juga : BRIN: Danau Bandung Purba Bisa Picu Amplifikasi dan Likuifaksi Saat Gempa

Sodik menegaskan, BAZNAS akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk memastikan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Sebelumnya, sejak awal masa tanggap darurat gempa di NTT, BAZNAS telah menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk membantu penanganan warga terdampak.

Selain mengerahkan personel dan memberikan layanan kesehatan, BAZNAS juga mendirikan dapur umum, dapur air, serta posko pengungsian sementara bagi masyarakat yang membutuhkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense