Dark/Light Mode

Mentan Pastikan Kebutuhan Pangan Korban Gempa NTT Cukup, Bahkan Sampai 1 Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 22:53 WIB
Mentan Amran Sulaiman saat menyaksikan penyerahan bantuan untuk korban gempa NTT. (Foto: Digi)
Mentan Amran Sulaiman saat menyaksikan penyerahan bantuan untuk korban gempa NTT. (Foto: Digi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mencukupi. Stok beras yang tersedia bahkan mampu menopang kebutuhan para pengungsi hingga satu tahun ke depan. Kepastian tersebut disampaikan Amran saat meninjau langsung penanganan masyarakat terdampak bencana di NTT, Rabu (19/8/2026).

Amran meminta masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pangan. Pemerintah memastikan, beras tersedia dan dapat segera dikirim kapan pun dibutuhkan tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.

"Kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi, insya Allah tidak akan ada kekurangan," tegas Amran, seperti dimuat di laman pertanian.go.id.

Ia menyebut, stok beras nasional mencapai 5,2 juta ton, sementara stok di NTT sekitar 39 ribu ton. Berdasarkan kalkulasi Pemerintah, jumlah pengungsi mencapai sekitar 34.600 orang dengan kebutuhan sekitar 300 ton beras per bulan. Dengan stok yang tersedia di NTT, kebutuhan beras para pengungsi dipastikan sangat mencukupi bahkan hingga satu tahun.

Baca juga : BNPB Sisir Wilayah Terdampak Gempa NTT, Pastikan Bantuan Tersalurkan

"Stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir," ucapnya.

Kepastian ketersediaan pangan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar Pemerintah bergerak cepat memastikan masyarakat terdampak bencana tidak mengalami kekurangan pangan.

"Jadi tenang Bapak-Ibu, kami diperintah Bapak Presiden turun untuk melihat langsung," ujar Amran.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemerintah menyiapkan 200 ton beras khusus untuk Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah untuk empat kabupaten terdampak gempa di NTT dengan total bantuan beras mencapai 5.386 ton, terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler senilai sekitar Rp 75,4 miliar.

Baca juga : Hadir Di Tengah Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Sampaikan Empati & Permohonan Maaf

Amran meminta Pemerintah Daerah tidak ragu mengajukan kebutuhan pangan masyarakat. Gudang pangan akan dibuka selama 24 jam sehingga distribusi dapat dilakukan segera ketika bantuan dibutuhkan.

"Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, 24 jam kami buka gudang. Yang Bapak minta untuk 59 ribu, saya penuhi sampai tiga bulan ke depan. Kalau nanti belum cukup, tambah," ujarnya.

Amran juga memastikan seluruh beras bantuan diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak. Selain beras, Pemerintah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa minyak goreng, gula, dan mi instan. Sebanyak 35 truk bantuan disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak, dengan 10 truk di antaranya diarahkan ke lokasi yang dikunjungi Amran.

Pemerintah memastikan pemulihan tidak berhenti pada pemenuhan pangan selama masa darurat. Kementerian Pertanian (Kementan) akan membantu masyarakat kembali berproduksi melalui perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak, penyediaan benih gratis, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

Baca juga : Cek Pelabuhan & RSUD Sikka, Wapres Minta Fasilitas Terdampak Segera Diperbaiki

"Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung Pemerintah Pusat, kami yang jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan," kata Amran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.