RM.id Rakyat Merdeka - DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyampaikan keprihatinan atas sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, setiap kecelakaan kapal merupakan keprihatinan bersama karena menyangkut keselamatan jiwa awak kapal dan penumpang. INSA, kata Carmelita, mendukung penuh langkah Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk terus meningkatkan dan memperkuat aspek keselamatan pelayaran nasional.
Menurutnya, keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama regulator, operator kapal, operator pelabuhan, serta seluruh pengguna jasa transportasi laut.
Baca juga : BKI Perkuat Keselamatan Pelayaran Wisata Lewat Kolaborasi di IYF 2026
Karena itu, setiap pihak harus menjalankan peran dan tanggung jawabnya serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Kepatuhan tersebut mencakup ketentuan internasional yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), di antaranya Safety of Life at Sea (SOLAS), serta seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
"Keselamatan sebagai sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait pelayaran," kata Carmelita, dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).
Carmelita menilai, sejumlah kecelakaan kapal penumpang jenis roll-on/roll-off (RoRo) yang terjadi belakangan ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Evaluasi diperlukan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan sekaligus meningkatkan standar keselamatan pelayaran ke depan. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah penguatan sistem pengawasan terhadap proses naiknya kendaraan, barang, dan penumpang ke kapal penumpang RoRo. INSA memandang pemasangan X-Ray gate dapat membantu pengawasan dan pengendalian terhadap orang dan barang di seluruh terminal penumpang.
Baca juga : Jasaraharja Putera Gandeng INSA Perkuat Keselamatan Wisata Bahari
Sementara itu, penggunaan Hyco Scanner di terminal RoRo juga dinilai dapat memperkuat proses pemeriksaan. Pemeriksaan melalui X-Ray gate dan Hyco Scanner tersebut diharapkan dilakukan sebelum proses boarding. Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal, sekaligus mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan. Selain itu, pengendalian terhadap jumlah penumpang, jenis dan jumlah barang, serta kesesuaian data manifest dengan kondisi aktual harus dilakukan secara lebih akuntabel dan terintegrasi.
"Keakuratan jumlah penumpang dan muatan yang tercantum dalam manifest harus sesuai dengan kapasitas dan ketentuan keselamatan kapal yang diizinkan oleh regulasi," tegas Carmelita.
INSA juga mendorong agar evaluasi keselamatan tidak hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan, tetapi menjadi proses yang berjalan secara berkelanjutan. Penguatan pengawasan, kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi antar-stakeholder perlu terus ditingkatkan agar keselamatan benar-benar menjadi budaya bersama dalam setiap kegiatan pelayaran.
Baca juga : Jasa Raharja Jamin Perlindungan Wisatawan Kecelakaan Kapal Di Selat Padar
"INSA siap mendukung pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nasional, sehingga transportasi laut dapat terus berkembang dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.