BREAKING NEWS
 

Menteri PU Lapor Presiden: Konektivitas Jalan Nasional Flores Kembali Pulih

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 26 Agustus 2026 20:24 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan laporan pemulihan konektivitas jalan nasional Flores kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: YT/Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa konektivitas jalan nasional di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangsur pulih setelah terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7.

Laporan tersebut disampaikan Dody dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo di Posko Penanganan Bencana Alam Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Dody mengatakan, pemulihan konektivitas menjadi salah satu fokus utama Kementerian PU sejak hari pertama gempa. Seluruh jalan nasional yang sempat tertutup longsoran telah kembali dibuka untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan.

“Kami memang fokus utamanya adalah (pemulihan) jalan. Jadi mulai hari pertama itu, sesuai dengan bimbingan Kepala BNPB kami buka semua jalan nasional,” kata Dody.

Menurut Dody, sebagian besar gangguan akses jalan disebabkan longsoran material akibat guncangan gempa. Karena aktivitas gempa masih berlangsung, Kementerian PU menyiagakan alat berat, termasuk excavator, di sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan longsor. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan apabila terjadi longsoran susulan yang kembali menghambat akses masyarakat.

Baca juga : PTPN Group Kirim 17 Ton Bantuan Untuk Korban Gempa Di NTT

Selain jalan, Kementerian PU menangani sejumlah jembatan terdampak gempa, salah satunya Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai. Jembatan tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan Pelabuhan Reo dengan sejumlah wilayah di Manggarai sekaligus menjadi lintasan distribusi bahan bakar minyak (BBM).

“Kita sudah diwanti-wanti oleh Kepala BNPB dan Menko Pak Pratikno, jembatan ini harus diutamakan karena transportasi BBM lewat sini. Kemudian kita kerja siang-malam. Hari kedua, Alhamdulillah, jembatan sudah bisa fungsional,” ujar Dody.

Saat ini, Jembatan Wae Pesi sudah dapat dilalui secara terbatas dengan sistem satu per satu. Kementerian PU juga telah melakukan pengujian menggunakan truk pengangkut BBM dengan muatan hingga 20 ton. Hasil pengujian menunjukkan jembatan masih mampu dilalui.

Selain konektivitas, Kementerian PU menangani gangguan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Adsense

Sebagian sumber air mengalami penurunan akibat longsoran yang memengaruhi kondisi sungai. Pemerintah kemudian melakukan verifikasi dan perbaikan secara bertahap.

Baca juga : Gempa Rusak Perpustakaan Nagekeo, Anak-anak Titip Harapan Ke Prabowo

Untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, Kementerian PU mengirimkan hidran umum, mobil tangki air, dan toilet portabel ke wilayah terdampak.

Dody mengatakan, Pulau Palue mendapat perhatian khusus karena kondisi infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut masih terbatas.

Menurutnya, sejumlah ruas jalan di Palue sempat tertutup longsoran. Kementerian PU kemudian mengirimkan dua alat berat untuk membuka akses, meski proses pengiriman terkendala keterbatasan transportasi kapal feri.

“Jalan waktu itu masih tertutup, hari kedua itu kami langsung kirimkan dua alat berat. Tapi memang karena transportasi kapal feri masih sangat terbatas, jadi kita kirimnya sampai dua hari. Dari 10 longsoran, Alhamdulillah, sudah kita buka semua,” kata Dody.

Dalam peninjauan langsung ke Palue, Dody juga menemukan sejumlah ruas jalan yang sudah lama tidak mendapatkan preservasi. Kondisi tersebut akan ditangani melalui program preservasi jalan.

Baca juga : Prabowo Sapa Warga NTT: Pemerintah Hadir Dan Terus Membantu

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keterbatasan air bersih. Sejumlah bak penampungan air hujan milik masyarakat mengalami kebocoran akibat gempa dan akan segera diperbaiki agar dapat kembali digunakan saat musim hujan.

Untuk jangka panjang, Kementerian PU berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjajaki pemanfaatan teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

“Jadi Palue ini, di samping jalan yang memang sudah lama tidak dipreservasi, kita akan preservasi juga. Kebutuhan mendasar air akan kita utamakan, sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa di mana pun masyarakat kita, tidak boleh satu pun kita tinggalkan,” tegas Dody.

Pemulihan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan akses masyarakat, distribusi logistik, BBM, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya tetap berjalan di tengah proses penanganan pascagempa di Flores.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense