BREAKING NEWS
 

Kunjungi SMAN 1 Barus, Wapres Bantu Lengkapi Fasilitas Belajar

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 4 September 2026 12:44 WIB
Wapres Gibran Rakabuming menyapa mengunjungi SMAN 1 Barus di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara (Sumut), Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah berjalan optimal.

Gibran bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 05.45 WIB. Setibanya di Bandara di Tapanuli Tengah, Wapres disambut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Setelah berbincag sejenak, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Barus menggunakan helikopter dari TNI AU. Sekitar 20 menit, pesawat helikopter menyusuri garis pantai Tapanuli Tengah. Helikopter yang membawa Wapres akhirnya mendarat di Lapangan Sepak Bola Barus.

Turun dari helikopter, Gibran langsung disambut antusias warga yang telah menunggu sejak pagi. Warga berdesakan mendekat untuk bersalaman dan mengabadikan momen bersama orang nomor dua di Indonesia itu. Gibran melayani satu per satu warga yang ingin bersalaman maupun berfoto.

Dari Lapangan Barus, Wapres melanjutkan agenda dengan meninjau SMA Negeri 1 Barus. Sekolah tersebut menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir besar pada November 2025. Luapan Sungai Aek Sirahar yang berada sekitar 250 meter di belakang sekolah menyebabkan hampir seluruh kawasan sekolah terendam air dan lumpur.

Saat banjir terjadi, ketinggian air mencapai sekitar 1,5 hingga 2 meter. Derasnya arus membuat banyak fasilitas pendidikan tidak sempat diselamatkan.

Buku, komputer, meja, kursi, hingga berbagai peralatan sekolah rusak akibat terendam dan terseret banjir. Kegiatan belajar mengajar pun sempat terganggu.

Di sekolah itu, Gibran melihat langsung kondisi sejumlah ruang kelas dan fasilitas pendidikan yang masih membutuhkan perbaikan. Wapres juga menyempatkan diri masuk ke kelas dan menyapa para siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar.

“Sedang belajar apa?” tanya Gibran kepada para siswa.

Setelah berbincang singkat, Wapres meminta para siswa tetap fokus menuntut ilmu.

“Lanjutkan belajarnya,” ujar Gibran.

Baca juga : Terima Mahasiswa UB Pembuat Rompi Anti Tantrum, Gibran Dukung Inovasi Anak Muda

Gibran kemudian meninjau sejumlah bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Salah satunya plafon yang ambrol akibat dampak banjir.

Gibran meminta kerusakan tersebut segera diperbaiki. Ia juga meminta pihak terkait memperhatikan ketersediaan buku paket dan berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Wapres menyampaikan apresiasi kepada para guru dan siswa yang tetap berupaya menjalankan kegiatan belajar meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih.

Ia memastikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan terus berkolaborasi untuk mempercepat pemulihan serta memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Gibran.

Salah seorang guru kelas XII SMAN 1 Barus, Widiawati, menceritakan kembali situasi ketika banjir menerjang sekolah tersebut.

Menurut dia, air mulai masuk ke kawasan sekolah sekitar pukul 15.00 WIB. Debit air terus meningkat dan mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB.

“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.

Ia mengatakan hampir seluruh fasilitas sekolah terdampak banjir. Sejumlah kursi siswa hanyut terbawa arus, sementara buku, komputer, dan laptop terendam air serta lumpur.

Adsense

“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” lanjutnya.

Keterbatasan fasilitas tersebut hingga kini masih dirasakan para siswa.

Baca juga : Genjot Kepatuhan Pajak Kendaraan, Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Samsat Sumut

Salah seorang siswa kelas XII, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu memenuhi kembali berbagai sarana pendidikan yang rusak akibat banjir.

Menurut Febby, kebutuhan komputer dan laptop cukup mendesak karena siswa mengalami keterbatasan dalam menjalankan kegiatan praktik.

“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakurikular kami juga difasilitasi,” harap Febby.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Wapres langsung memberikan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Barus.

Bantuan yang diserahkan antara lain laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta perlengkapan belajar mengajar lainnya.

Gibran juga meminta pejabat terkait segera melakukan koordinasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

Kunjungan ke SMAN 1 Barus merupakan bagian dari rangkaian agenda Wapres meninjau perkembangan pemulihan pascabencana di Sumut.

Selain Tapanuli Tengah, Gibran juga dijadwalkan meninjau proses pemulihan di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.

Kehadiran Wapres menjadi bagian dari upaya pemerintah mengawal proses pemulihan hingga tuntas. Pemerintah ingin memastikan berbagai kendala yang muncul selama masa transisi dapat segera ditangani agar masyarakat terdampak bisa kembali bangkit.

Sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang rusak akibat bencana turut menjadi perhatian pemerintah.

Pemulihan tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur seperti semula. Pemerintah juga ingin membangun kawasan yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.

Baca juga : Temui Gibran, IKAPEKSI Bahas Penguatan Alumni Kenshusei

Infrastruktur yang lebih kuat diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat. Dengan demikian, warga dapat kembali menjalani kehidupan secara aman, produktif, dan mandiri.

Selain perbaikan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal juga menjadi salah satu fokus dalam masa pemulihan.

Wapres dijadwalkan meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) serta memastikan ketersediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana.

Pemerintah menilai penyediaan hunian menjadi kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat yang masih berada dalam masa transisi pascabencana.

Dalam kunjungannya, Wapres juga dijadwalkan menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat terdampak. Berbagai masukan tersebut akan menjadi perhatian pemerintah untuk mengetahui kebutuhan yang belum terpenuhi selama proses pemulihan.

Pemerintah berharap bantuan dan program pemulihan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membantu masyarakat memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi.

Bagi pemerintah, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali bangunan dan infrastruktur yang rusak.

Pemulihan harus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan produktif. Di saat bersamaan, pemerintah ingin membangun fasilitas dan layanan publik yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana pada masa mendatang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense