Dark/Light Mode

Terima Mahasiswa UB Pembuat Rompi Anti Tantrum, Gibran Dukung Inovasi Anak Muda

Kamis, 3 September 2026 18:03 WIB
Wapres Gibran Rakabuming menerima mahasiswa Universitas Brawijaya yang memperkenalkan tiga inovasi kesehatan, termasuk rompi anti tantrum, di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Dok. Setwapres
Wapres Gibran Rakabuming menerima mahasiswa Universitas Brawijaya yang memperkenalkan tiga inovasi kesehatan, termasuk rompi anti tantrum, di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya (UB) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, tiga tim mahasiswa UB memperkenalkan inovasi di bidang kesehatan. Salah satunya ADAPT-V, rompi pintar yang dirancang untuk membantu menangani kondisi tantrum pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD).

Wapres mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Gibran juga berpesan agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium maupun publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pesan dari Mas Wapres bahwa alat ini tidak saja berhenti sampai di sini. Tidak saja berhenti sampai dipublikasi, tapi harus sampai dihilirisasi, dan produk ini harus punya manfaat,” kata Kepala Pengembangan Talenta Mahasiswa Universitas Brawijaya, Abu Bakar Sambah, usai pertemuan.

ADAPT-V merupakan rompi yang mengintegrasikan sensor detak jantung dan gerakan dengan teknologi machine learning serta Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengidentifikasi kondisi tantrum pada anak dengan ASD.

Baca juga : Temui Gibran, IKAPEKSI Bahas Penguatan Alumni Kenshusei

Saat sistem mendeteksi tanda-tanda tantrum, rompi dirancang mengembang dan memberikan tekanan lembut pada tubuh anak sehingga menimbulkan sensasi seperti pelukan. Setelah kondisi anak kembali stabil, rompi akan kembali ke bentuk semula.

Selain ADAPT-V, mahasiswa UB juga memperkenalkan Transaid dan Vitalsense kepada Wapres.

Transaid merupakan inovasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta teknologi pencitraan tiga dimensi untuk membantu mendeteksi celah antara bahan tambalan dengan gigi asli.

Sementara Vitalsense merupakan perangkat pemantauan kesehatan non-invasif yang menggabungkan teknologi IoT dan machine learning.

Alat tersebut dirancang untuk melakukan screening terhadap enam parameter kesehatan, yakni suhu tubuh, tekanan darah, saturasi oksigen, kolesterol, glukosa, dan denyut nadi.

Baca juga : Wapres Hadiri Muktamar Ke-35 NU, Perkuat Sinergi Ulama Dan Pemerintah

Menurut Abu Bakar, Gibran memberikan perhatian terhadap pentingnya pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang. Tidak hanya sains dan teknologi, tetapi juga sosial dan humaniora.

“Arahan lainnya dari Mas Wapres adalah kembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya. Kembangkan potensi diri, kembangkan minat dan bakat,” ujarnya.

Wapres juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membatasi proses belajar hanya di ruang kelas. Pengalaman di tengah masyarakat dinilai penting untuk memahami persoalan nyata sekaligus melahirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Belajar itu bisa di mana saja, bisa di ruang kelas, bisa di luar dari ruang kelas. Memahami masyarakat, memahami kondisi sosial, memahami kondisi politik dan ekonomi di luar ruang kelas,” tutur Abu Bakar menyampaikan pesan Wapres.

Menurut dia, pemahaman terhadap kondisi sosial akan membantu mahasiswa menemukan ide-ide segar dan inovatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

Baca juga : Cek Korban Gempa NTT: Wapres Gendong Bayi, Janji Bantu Biaya Kuliah

Gibran pun meminta mahasiswa aktif dalam proses pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata.

“Mahasiswa memang harus dituntut untuk selalu aktif dalam berbagai hal. Aktif dalam belajar, aktif dalam memahami masalah sosial, dan yang paling utama adalah memberikan solusi nyata untuk kepentingan bersama,” pungkas Abu Bakar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.