RM.id Rakyat Merdeka - Aktivitas kegempaan tektonik bermagnitudo 3,2 mengguncang wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya menjelang petang. Berdasarkan catatan resmi sistem pemantauan gempa bumi dan tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang dikelola oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa lindu tersebut terjadi tepat pada pukul 17.20 WIB.
Laporan mengenai gempa hari ini 4 September 2026, mengonfirmasi bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,11 Lintang Utara (LU) dan 117,41 Bujur Timur (BT). Secara geografis, pusat gempa tersebut teridentifikasi berada di darat, sekitar 34 kilometer arah barat daya Kota Tarakan.
Kedalaman sumber getaran yang terukur hanya 5 kilometer menunjukkan bahwa peristiwa gempa ini tergolong ke dalam klasifikasi gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu oleh dinamika sesar aktif lokal di daratan.
Baca juga : Elnusa Gelar Edukasi Seismik 3D untuk Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan
Melalui siaran resmi info BMKG, otoritas kegempaan nasional menyampaikan bahwa guncangan dapat terdeteksi secara nyata di berbagai kawasan sekitar episenter.
Data observasi jaringan peralatan akselerometer (accelerometer) yang ditempatkan di sejumlah stasiun pemantau, seperti stasiun TRTI dan MAHK1, mencatat rambatan gelombang seismik secara komprehensif, baik dari nilai percepatan tanah puncak atau Peak Ground Acceleration (PGA) maupun skala intensitas getaran Modified Mercalli Intensity (MMI).
Monitoring berbasis kecamatan dari instrumen akselerometer tersebut memperlihatkan sebaran getaran yang menjangkau sejumlah kabupaten di sekeliling wilayah episenter. Di Kabupaten Bulungan, pemantauan mencatat dinamika rambatan gelombang di kawasan Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas Utara, Tanjung Selor, Peso, Peso Hilir, Sekatak, hingga Pulau Bunyu.
Baca juga : 6 Fakta Gempa M5,4 Cilacap: Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia
Sementara itu, guncangan gempa jumat 4 september 2026 ini juga termonitor di Kabupaten Tana Tidung, meliputi wilayah Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir, Tana Lia, Betayau, dan Muruk Rian.
Jangkauan observasi getaran gempa terkini tersebut bahkan terekam meluas hingga ke wilayah Kabupaten Malinau, mencakup kawasan Mentarang, Malinau Kota, Malinau Selatan, Malinau Utara, dan Malinau Barat.
Begitu pula di Kabupaten Nunukan yang mencakup area Sebatik, Nunukan Kota, Sembakung, Lumbis, Sebuku, Sebatik Barat, Nunukan Selatan, Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sebatik Tengah, Sei Menggaris, Tulin Onsoi, Sembakung Atulai, hingga Lumbis Ogong. Di bagian selatan, instrumen juga mengamati getaran di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang meliputi Sambaliung, Segah, Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Teluk Bayur, hingga kawasan kepulauan seperti Maratua dan Pulau Derawan.
Meskipun intensitas getaran yang terukur secara umum berada pada rentang lemah hingga sedang dan belum memicu laporan kerusakan fisik bangunan, BMKG tetap mengeluarkan arahan penting bagi warga.
Baca juga : Gempa M5,4 Guncang Cilacap Jawa Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
Warga diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta senantiasa berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.