BREAKING NEWS
 

Luhut: Uji Coba Transfer Tunai Bansos Dimulai Kuartal I-II 2027

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 5 September 2026 18:39 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Dok. Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berencana melakukan uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk transfer tunai langsung pada kuartal I-II 2027.

Luhut menambahkan, saat ini pemerintah masih mengolah data penerima bansos untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

“Kami merencanakan akhir tahun ini mesti selesai semua itu. Awal tahun depan, kuartal 1-2 kita akan uji coba,” kata Luhut  di Jakarta seperti dikutip Antara, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga : Komisi X DPR Dorong Perbaikan Desil Yang Keliru Dan Tak Sesuai

Luhut menjelaskan, mekanisme penyaluran bansos nantinya diarahkan menggunakan transfer tunai. Namun, pemerintah masih akan mengatur mekanisme agar bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditentukan.

“Bansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya,” ujar Luhut.

Adsense

Terkait besaran bantuan, Luhut mengatakan pihaknya menghitung bantuannya mencapai sekitar Rp5,4 juta per keluarga.

Baca juga : Data Tak Berdosa

Luhut menambahkan besaran tersebut masih bergantung pada keputusan Presiden Prabowo Subianto.

“Nanti tergantung Presiden, kalau kelihatan nanti karena penghematan kami hitung, bisa Rp1.200 triliun," katanya.

Luhut mengatakan, pemerintah juga sedang mengembangkan sistem untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima bansos dengan memanfaatkan teknologi digital dan mengintegrasikan data dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga : Bansos Jangan Kabur

Luhut menyebut verifikasi penerima juga akan menggunakan pengenalan wajah (face regonition). Penerima yang telah dinyatakan memenuhi kriteria akan mendapatkan transfer tunai, sementara masyarakat yang merasa berhak tetapi belum menerima bantuan dapat mengajukan sanggah.

“Akan targeted dan akan membuat keadilan. Sekarang kan banyak yang tidak berhak menerima. Tetapi yang berhak, banyak juga yang tidak menerima,” kata Luhut.

Ia menambahkan, proses pengembangan sistem tersebut dilakukan secara bertahap agar pemerintah dapat mengevaluasi pelaksanaannya sebelum diterapkan lebih luas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense