BREAKING NEWS
 

Tol Palembang-Prabumulih Ditutup, Asap Karhutla Belum Reda

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 7 September 2026 07:50 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan menunggu di gerbang tol Palembang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Prabumulih yang tertutup kabut asap di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga reda. Di Sumatera Selatan (Sumsel), kabut asap tebal bahkan memaksa pengelola menutup sementara Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Prabumulih karena jarak pandang pengendara sangat minim.

Kabut asap menyelimuti gerbang tol Palembang di ruas Palembang-Prabumulih, Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel, Minggu (6/9/2026) pagi. Sejumlah kendaraan yang hendak melintas terpaksa berbalik arah dan mencari jalur alternatif.

PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola tol kemudian melakukan penutupan sementara demi keselamatan pengguna jalan. Saking tebalnya kabut asap, jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas. Sejumlah petugas tol juga disiagakan di sekitar gerbang untuk mengantisipasi potensi kecelakaan.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, luas hutan dan lahan yang terbakar di Sumsel mencapai 1.926,23 hektare. "Berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga : Kedubes Rusia & Ukraina Di Jakarta Kasih Penjelasan

Berton mengatakan, pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 mendeteksi 92 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, 1.424 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan 40 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

"Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat, dengan jarak pandang kurang dari atau sama dengan tujuh kilometer," sebutnya.

BNPB telah memetakan wilayah prioritas penanganan karhutla di Sumsel. Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin masuk kategori prioritas tinggi.

Sementara wilayah prioritas berikutnya meliputi Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ogan Ilir, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.

Baca juga : Periksa Anggota DPRD Bengkulu, KPK Dalami Aliran Uang

"BNPB telah memberikan dukungan berupa kendaraan pemadam, pompa, sepatu dan alat pelindung diri, flexible tank serta selang pemadam," urai Berton.

BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap.

Sementara itu, Polda Sumsel melalui Tim Satgas Penanganan Karhutla melakukan pemadaman di area terdampak karhutla seluas sekitar 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (5/9/2026). Penanganan di lapangan dipimpin Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol James Parlindungan Hutagaol.

Berbeda dengan kebakaran di lahan mineral, penanganan karhutla di kawasan gambut membutuhkan pola khusus. Bara api dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah meski api di permukaan telah padam.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Perlu Ada Peringatan Dari Pemerintah

Untuk mengantisipasi penjalaran api di bawah permukaan, tim menerapkan teknik penyiraman dan perendaman dengan metode spiral. Pemadaman dimulai dari bagian luar area menuju bagian dalam.

Adsense

"Penyiraman dilakukan menggunakan jet pump dengan campuran air dan Formula Crossfire Polri," kata James dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense