Sebelumnya
Pemadaman juga dilakukan pada malam hari. Menurut James, kondisi gelap justru membantu petugas mengidentifikasi bara api secara visual di sela-sela permukaan gambut. Dengan begitu, titik-titik panas yang masih aktif dapat lebih mudah ditargetkan.
Tak hanya di Sumatera, karhutla juga masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Beruntung, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) sempat diguyur hujan cukup deras setelah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC), Jumat (4/9/2026).
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga terpantau di sejumlah wilayah Kalteng, seperti Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.
Dalam pelaksanaan OMC, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengoptimalkan dukungan analisis cuaca dan pemantauan dinamika atmosfer. BMKG berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah.
Baca juga : Kedubes Rusia & Ukraina Di Jakarta Kasih Penjelasan
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan, armada udara gabungan menerbangkan misi penyemaian awan dari Posko OMC di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya.
OMC di Kalbar dengan pembiayaan KLH/BPLH berlangsung sejak 22 Agustus hingga 4 September 2026. Selama periode tersebut, petugas telah menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni natrium klorida (NaCl).
Bahan semai tersebut ditaburkan pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial. "OMC di Kalbar dan Kalteng akan diperpanjang 5 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan BNPB," tutur Budi.
Sementara itu, data terbaru Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menunjukkan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional mulai menurun pada Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan pemantauan SiPongi Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, jumlah hotspot high confidence di sejumlah provinsi prioritas mengalami penurunan.
Baca juga : Periksa Anggota DPRD Bengkulu, KPK Dalami Aliran Uang
Kalimantan Tengah tercatat 178 titik, turun dari 252 titik. Sumatera Selatan 120 titik, turun dari 165 titik. Kalimantan Barat 54 titik, turun dari 124 titik. Sementara itu, Riau tercatat 12 titik, turun dari 13 titik, dan Jambi enam titik, turun dari 14 titik. Adapun Kalimantan Selatan justru naik menjadi 14 titik dari sebelumnya empat titik.
"Secara umum, lima dari enam provinsi prioritas menunjukkan penurunan hotspot high confidence," tulis Kemenhut dikutip dari laman Kehutanan.go.id, Minggu (6/9/2026).
Selain operasi darat, sebanyak 53 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan Selatan, Kalteng, dan Kalbar.
Dari jumlah tersebut, 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC. Sedangkan 34 armada lainnya digunakan dalam operasi water bombing.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Perlu Ada Peringatan Dari Pemerintah
Pemerintah juga terus memantau kualitas udara, kondisi asap, dan jarak pandang.
Peta kualitas udara BMKG berbasis PM2,5 menunjukkan kondisi yang masih bervariasi. Sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Sementara banyak wilayah Indonesia lainnya berada pada kategori baik hingga sedang. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.