BREAKING NEWS
 

BNPB: 98 Persen Karhutla Lahan Gambut di 6 Provinsi Berhasil Dipadamkan

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 7 September 2026 17:10 WIB
Petugas memadamkan Karhutla. (Foto : Komdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan menunjukkan perkembangan positif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 98 persen lahan gambut yang terbakar di enam provinsi prioritas telah berhasil dipadamkan.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, hingga Senin (7/9/2026), luas lahan gambut yang berhasil dipadamkan mencapai 71.069,65 hektare (ha).

Angka tersebut berasal dari total 72.009,10 ha lahan gambut yang teridentifikasi terbakar di enam provinsi prioritas.

Baca juga : Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Turut Diproses

"Kami sudah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare di enam provinsi per hari ini," jelas Suharyanto dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, Senin (7/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa luas lahan yang terbakar terdiri atas dua kategori, yakni lahan konsesi dan lahan masyarakat atau kawasan hutan. Sebagian besar kebakaran terjadi di Kalimantan Barat dengan luas 38.310,86 ha, disusul Riau seluas 15.738,92 ha dan Kalimantan Selatan seluas 8.019,63 ha. 

Adsense

Sementara itu, tiga provinsi prioritas lainnya mencatat luas lahan terbakar yang lebih rendah, yakni Kalimantan Tengah seluas 7.634,46 ha, Sumatera Selatan seluas 1.926,23 ha, dan Jambi seluas 379 ha. 

Baca juga : Atasi Karhutla Mempawah, Dirut ANTAM Turun Langsung Tinjau Pemadaman

Suharyanto menjelaskan bahwa data luas lahan terbakar diperoleh melalui proses pemantauan berlapis. Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terlebih dahulu mengidentifikasi titik panas (hotspot) menggunakan data satelit. 

Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi kemudian diverifikasi melalui patroli udara menggunakan helikopter serta patroli darat untuk memastikan apakah titik tersebut benar-benar merupakan kebakaran atau hanya berasal dari sumber panas lainnya. 

Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, petugas kemudian menentukan area yang benar-benar terbakar untuk selanjutnya ditangani melalui operasi pemadaman darat maupun udara. "Ketemulah yang betul-betul terbakar. Nah, ini kami padamkan dengan operasi darat dan operasi udara," ungkapnya. 

Baca juga : Inalum Perkuat Penanganan Karhutla Di Mempawah, 60 Relawan MIND ID Dikerahkan

Dengan 71.069,65 ha yang telah berhasil dipadamkan, luas kebakaran yang masih menjadi sasaran penanganan saat ini tersisa sekitar 939,45 ha. Suharyanto mengatakan proses pemadaman terhadap sisa area tersebut tengah dilakukan pada hari ini. 

Meski luas area kebakaran telah menyusut, BNPB tetap meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi munculnya titik api baru. Selain itu, api yang sebelumnya telah dipadamkan juga dapat kembali menyala akibat karakteristik lahan gambut. 

"Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang. Tapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru, atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan tiba-tiba hidup kembali. Itulah kesulitannya lahan gambut di enam provinsi prioritas ini," jelas dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense