Sebelumnya
KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan total jarak 68,3 NM. Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer juga menyisir area yang sama dengan total jarak 69,5 NM.
Sementara itu, RIB 02 dan RIB 03 Lampung menyisir Sektor 1 dengan total jarak 67 NM.
Tim melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga kawasan Krakatau.
RIB 02 Banten menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Kapal Polisi (KP) Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM. Pencarian juga melibatkan KRI Leuser dan KRI Lepu yang melakukan penyisiran di sektor yang telah ditentukan.
Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Dalam proses tersebut, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal.
Baca juga : Geledah Rumah Direktur PT CMC, KPK Sita Barbuk Elektronik
"Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan," papar Rizky.
Hingga Rabu (9/9/2026) pukul 15.22 WIB, SRU 5 yang menggunakan KP Sanjaya masih melakukan pencarian sesuai titik koordinat SAR Map. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi SAR H2 melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.
Sarana yang dikerahkan meliputi KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.
Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Baca juga : Badiul Hadi: Turunnya Angka, Jangan Jadi Patokan Keberhasilan
"Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian," tegasnya.
Sementara itu, keluarga para korban sudah berada di Posko SAR Basarnas Banten, Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026). Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menemui keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal di posko tersebut.
Tangis pecah saat Hengki menemui istri wartawan Antara Muhammad Bagus Khoirunnas serta istri wartawan Merdeka.com Ari Basuki. Hengki memastikan Polri bersama tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian.
Menurutnya, sekitar 250 personel dikerahkan untuk operasi pencarian, baik di darat maupun di laut. Mereka berasal dari Basarnas, TNI AL melalui Lanal, Polda Banten, Polres Pandeglang, serta unsur terkait lainnya.
Polri juga menyiapkan pos antemortem dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten sebagai bagian dari kesiapan apabila diperlukan dalam proses identifikasi.
Baca juga : Kamrussamad: Publik Harus Dapat Informasi Yang Utuh
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan keprihatinannya atas hilangnya lima wartawan tersebut. Dia mendorong seluruh instansi terkait melakukan upaya maksimal untuk menemukan keberadaan para jurnalis.
"Kami menyatakan prihatin terhadap para teman-teman jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.